Pameran Daur Ulang Sampah Jemaat Ebenhaezer Rumah Tiga

AMBON, MenaraGlobal-GPM Jemaat Ebenhaezer Rumah Tiga Klasis Pulau Ambon Utara menggelar Pameran Daur Ulang Sampah di halaman Gedung Gereja Ebenhaezer Rumah Tiga Kecamatan Teluk Kota Ambon Provinsi Maluku, Minggu (4/3/2018) sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya sampah di kawasan tersebut.

Ketua Sie Pekabaran Injil dan Pelayanan Kasih (PIPK) Dr. Agus Kastanya kepada wartawan di lokasi pameran menjelaskan, sampah merupakan salah satu unsur penghasil gas emisi.

“Padahal sampah jika diolah dengan baik memiliki potensi bisnis, untuk itu salah satu hasil Sidang Jemaat GPM Ebenhaezer adalah melatih masyarakat untuk peduli lingkungan dan mengupayakan sampah wadah peningkatan ekonomi jemaat dan warga sekitar,” terangnya.

Untuk itu, setiap keluarga dalam jemaat tersebut diharapkan bisa memisahkan sampah menjadi empat bagian, yakni sampah organik, plastik, kertas dan kaleng.

“Sampah organik misalnya dapat dijadikan kompos dan pupuk cair, selain untuk digunakan sendiri bisa juga dijual. Namun yang paling penting adalah digunakan untuk pemberdayaan lingkungan masing—masing seperti menanam sayuran dan buah-buahan di halaman rumah setelah itu dijual untuk menambah penghasilan,” jelasnya.

Sedangkan sampah kertas dan plastik diolah menjadi bahan daur ulang yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Dalam waktu dekat tambah Kastanya, pihaknya akan menggelar pelatihan bagi jemaat tentang mendaur ulang sampah menjadi produk rumah tangga.

Pameran tersebut melibatkan beberapa kelompok peduli lingkungan yakni dari Universitas Pattimura dengan teknik menanam hydroponik, dari Pemerintah Kota Ambon yakni unit IPST juga PT Kamboti Pusaka Maluku yang memamerkan alat pengering produk pertanian.

“Kami dari Sie PIPK telah menyediakan komposor yakni alat pembuat komposor sederhana untuk rumah tangga, diharapkan setiap keluarga di Jemaat Ebenhaezer bisa memilikinya,” kata Kastanya.

Khusus untuk tanaman hydroponik yang sedang digalakan saat ini, Kastanya mengaku jika pihaknya telah membangun komunikasi dengan beberapa pasar modern di Kota Ambon terutama yang berada di kawasan Teluk Ambon.

“Kami telah membangun komunikasi dengan beberapa swalayan khususnya dengan Dian Pertiwi agar bisa menerima hasil produksi jemaat ini khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sayuran yang sehat,” terangnya.

Pada pameran ini, Sie PIPK juga melibatkan umat Muslim yang telah berhasil mengolah sampah menjadi produk keluarga bernilai ekonomi tinggi. “Basudara Muslim ini akan memberikan pelatihan bagi warga jemaat tentang jahit menjahit sampah menjadi produk berkualitas, misalnya membuat sofa dari ban mobil bekas,” jelasnya.

Pelatihan ini akan melibatkan tiga jemaat yakni Rumah Tiga, Poka dan Waiyame serta komunitas Muslim.

Selain itu, pada pameran ini juga dipamerkan alat pencacah sampah yang dihasilkan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon. Fungsi alat ini untuk mencacah sampah kertas atau plastik sebelum dibawa ke pengumpul.

“Para pencari sampah bisa mencacah sampahnya terlebih dulu sebelum menjualnya ke pengumpul,” terangnya lagi.

Pameran ini diawali dengan ibadah Minggu yang dipimpin Pdt, I Rihulay. Dalam refleksi Firman Tuhan, Rihulay juga menyinggung soal ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

Padahal, akibat ketidakpedulian tersebut akan berdampak pada penderitaan baik manusia maupun mahkluk hidup lainnya.

Namun jika sampah dikelola dengan benar maka akan menhasilkan produk ekonomi tinggi.

“Sampah jika dikelola dengan sembarangan maka akan berdampak bagi lingkungan, selain manusia, hewan dan tumbuhan juga ikut menderita,” tegasnya.

Untuk itu, jemaat dihimbau untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya serta belajar untuk meningkatkan taraf hidup melalui pengolahan sampah.

“Sampah bisa menjadi sahabat jika dikelola dengan baik dan bijaksana, bahkan bisa meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya. (D2)

Tinggalkan Balasan