Pengembangan Perpustakaan Butuh Perencanaan Terpadu

AMBON,MenaraGlobal.COM- Dibutuhkan koordinasi perencanaan pembangunan penyusunan program/kegiatan terpadu, terkoordinasi, sinergi dan partisipatif serta menyatukan pemikiran, konsep serta memprogramkan kegiatan yang berorientasi pada pengambangan Perpustakaan dan Arsip di Provinsi Maluku.

Hal ini harus dilakukan menyadari peran strategis Perpustakaan dan Arsip dalam memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Nasional khususnya pembangunan daerah Maluku.

Demikian dikemukakan Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Ronny Tairas pada kegiatan Rapat Koordinasi Forum SKPD Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku tahun 2018 di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku di Ambon, Rabu (28/2/2018).

Perpustakaan katanya berperan untuk memfasilitasi transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai infrastruktur yang berbasis masyarakat, pengembangannya harus disesuaikan dengan kebutuhan agar masyarakat melalui program ICT (Information and Comunication Technology) dan layanan perpustakaan konvensional.

“Layanan perpustakaan seperti inilah yang harus kita bangun, agar masyarakat mudah menjangkau, dan murah serta dapat diakses hingga daerah terpencil,” kata Sahuburua.

Sehubungan dengan itu maka Sahuburua mengajak semua pihak untuk duduk bersama dalam forum ini guna merumuskan kesepakatan yang dapat dipakai sebagai dasar acuan bagi pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan di daerah ini.

Untuk itu Sahuburua berharap dengan diselenggarakannya Rapat Koordinasi Forum SKPD Bidang Perpustakaan dan Kearsipan tahun 2018 ini partisipasi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang selama ini telah terbangun dapat ditingkatkan di masa mendatang.

“Khususnya dalam menanggulangi masalah pendanaan, sarana dan prasarana serta pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia guna pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, Mustafa Sangadji kepada wartawan menjelaskan, perpustakaan berperan besar dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Pengentasan kemiskinan yang saat ini digalakkan tidak menyentuh akar permasalahan karena untuk mengentaskan kemiskinan harus ada pengembangan sektor usaha melalui swadaya masyarakat,’ jelasnya.

Dijelaskan, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa peningkatan penghasilan seseorang harus melalui peningkatan sosial ekonomi mencakup pendidikan, pekerjaan dan penghasilan.

Keberadaan Perpustakaan memiliki kontribusi 60 persen di sektor pendidikan. “Pertemuan saat belajar mengajar hanya 40 persen dan 60 persen ada di luar.

“Saat keberadaan siswa maupun mahasiswa diluar kelas itulah peran perpustakaan sangat besar, yakni kesempatan para pelajar untuk membaca dan perpustakaan adalah wadah yang tepat,” tegasnya. (DW)

Tinggalkan Balasan