Diduga Ada Oknum Back Up Peredaran Sianida di GB

AMBON, MenaraGlobal.COM-Diduga kuat peredaran sianida dan merkuri di kawasan penambangan emas Gunung Botak Kabupaten Buru Provinsi Maluku ada yang mendalangi atau membackup.

Pasalnya, kandungan emas di Gunung Botak sangat kecil ataun sedikir namun sengaja dibesar-besarkan agar menarik orang ke kawasan itu.

Untuk membersihkan kawasan tersebut maka tindakan yàng harus dilakukan adalah memutuskan mata rantai peredaran zat kimia berbahaya itu.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinci Maluku, Martha Nanlohy kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku (Selasa 20/2/2018).

Menurut Nanlohy, pihaknya telah mengantongi beberapa nama pemasok sianida dan merkuri di kawasan Gunung Botak. “Tunggu saja tindakan tegas yang akan dilakukan karena saat ini aparat keamanan telah tiba di kawasan tersebut,” katanya lagi.

Nanlohy mengakui hingga kini tim sedang berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memutuskan mata rantai peredaran sianida dan merkuri.

“Caranya pelaku penambang ilegal harus diturunkan dari lokasi Gunung Botak baru dalang atau pemasoknya ditangkap,” bebernya.

Ditambahkan, saat ini ada sekitar 13 ribu penambang ilegal yang harus dibersihkan dari kawasan tersebut.

Sebab dengan beroperasinya penambang ilegal maka dikuatirkan limbah sianida atau merkuri dialirkan ke laut. “Kalau tidak ada tindakan tegas maka akibatnya, yah,” kata Nanlohy pasrah.(D2).

Tinggalkan Balasan