Ambon,MG com-Walikota Kota Ambon saat ini sedang mengalami musim penghujan yang sangat tinggi, dan dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, tetapi juga oleh gedung Balai Kota Ambon. Akibat kebocoran air, sejumlah ruangan di gedung tersebut mengalami kerusakan, termasuk ruangan kerja dan koridor.
Kepala Bagian Umum Kota Ambon, Herman Tetelepta, membenarkan bahwa ada puluhan bahkan ratusan titik bocor pada ruangan-ruangan di gedung Balai Kota Ambon. “Perlu dijelaskan bahwa kami telah berupaya memperbaiki kerusakan-kerusakan tersebut namun karena banyaknya kerusakan maka diperbaiki secara bertahap,” ujarnya.
Biaya perbaikan gedung Balai Kota Ambon diperkirakan mencapai Rp 10-15 miliar, sedangkan biaya pembangunan gedung baru diperkirakan mencapai Rp 35-50 miliar.
“Dengan perkiraan anggaran pemeliharaan dan anggaran pembangunan gedung balai kota yang baru, maka hemat kami pembangunan kantor baru sangat menguntungkan bukan saja representatif namun pemerintah kota memiliki dua aset bangunan yang dapat digunakan seluruh OPD,” kata Herman kepada awak media diruang kerjanya Selasa ( 05/08/25).
Herman berharap bahwa peristiwa kerusakan gedung Balai Kota Ambon saat ini dapat menjadi perhatian bagi Walikota Ambon untuk mengambil kebijakan strategis, termasuk opsi pembangunan gedung balai kota yang baru di Passo”ungkapannya
Salah satu pegawai yang bekerja di Balai Kota Ambon menyatakan bahwa kondisi gedung saat ini sangat memprihatinkan. “Kita bisa lihat saat ini kondisi hujan,”jelasnya
Pemkot Ambon bocor di mana-mana, air merembes di mana-mana,” ujarnya. Ia setuju dengan rencana pembangunan gedung baru demi kenyamanan kerja”pungkasnya (ai)









