Piru,MG.com-Pembangunan Ruas Jalan Waisarissa-Kaibobu dengan Nilai sebesar 7 Milyard yang sementara dilaksanakan terkesan amburadul alias pengerjaannya terlihat asal-asalan,
“Hal ini disampaikan oleh wakil ketua SBB Bersih Bidang Investigasi dan Pengelolaan Data Amir Rahayaan kepada awak media di Piru Senin ( 08/08/22).
Menurut Amir bahwa seharusnya proyek pembangunan jalan tersebut sudah selesai pengerjaannya sesuai dengan 150 hari masa kalender, namun setelah kita tinjau ke lapangan ternyata pengerjaannya belum selesai dan terkesan asal-asalan, hal ini disebabkan karena pengerjaannya tidak sesuai dengan RAB maupun speck pekerjaan, terlihat jelas dengan kondisi di lapangan, yang mana kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan sudah pada rusak dan berlobang-lobang dimana-mana,ini menunjukan bahwa pengerjaannya ruas jalan tersebut tidak sesuai mekanisme pekerjaan dan terkesan kontraktor mau cari untung besar kata Amir
Lanjut Amir, pembangunan jalan baru tersebut sangat diharapkan oleh masyaraka, karena di Bulan Oktober Nanti akan dilaksanakan event keagamaan besar di Desa Kaibobu sebagai Tempat pelaksanaan kegiatan tersebut dan Kab.SBB sebagai Tuan Rumah, yaitu Kegiatan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) ke 34 Angkatan Muda Protestan Maluku (AMGPM) yang mana pesrtanya berasal dari 2 provinsi yaitu Maluku dan Maluku Utara, sehingga selain mempersiapkan hal-hal menyangkut proses kegiatan tersebut. Akses Jalan juga menjadi salah satu sarana yang harus diperbaiki sehingga Kab.SBB tidak mendapat malu akibat jSatu-satunya akses jalan menuju Desa Kaibobu rusak akibat pembangunan jalan yang terkesan asal-asalan, kesal Amir.
Diharapakan ada perhatian dari Dinas PU dan Karateker Bupati SBB untuk segera mengevaluasi kerja dari PPK dan direksi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut karena terkesan antara PPK maupun Direksi ada main mata dengan kontraktor, dan juga segera memerintahkan kontraktor untuk selesaikan pembangunan jalan tersebut dan proses pengerjaannya harus sesuai dengan RAB, jangan kerja asal-asalan saja.( D7)










