AMBON, MG.com – Gereja terpanggil untuk melaksanakan amanat Agung Kristus yang berlaku sepanjang masa, sesuai Tri Tugas Gereja, yaitu Bersaksi (Marturia), Bersekutu (Koinonia) dan Melayani (Diakonia).
“Oleh karena itu, gereja dipanggil menjadi saksi Kristus di tengah dunia,” kata Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno pada Pembukaan Persidangan ke- V Jemaat GPM Passo Anugerah Klasis Pulau Ambon Timur, bertempat di Gedung Gereja Jati Jemaat GPM Passo Anugerah, Minggu (20/2/2022).
Dalam melaksanakan tugas kenabiannya, kata Orno, gereja harus selalu berjuang dengan berbagai cara sehingga keadilan, kejujuran dan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan.
“Tantangan gereja masa kini sangatlah kompleks di tengah kehidupan masyarakat yang kompleks dan pluralis. Sebagai garam dan terang, gereja mempunyai berbagai peranan, baik secara individual maupun secara organisasi dan dalam segala bidang untuk menatalayani masyarakat. Bahkan, keterlibatan gereja dalam sektor publik tentunya merupakan bentuk reflektif iman Kristiani terhadap lingkungan sekitarnya,” katanya.
Disadari, anggota jemaat yang juga sebagai warga masyarakat, setiap hari harus menghadapi permasalahan baik sosial, politik dan ekonomi, karena itu, gereja tidak bisa lepas dari realitas yang dihadapi jemaatnya. Dengan demikian, gereja harus terbuka, dinamis, dialogis terhadap dinamika dan situasi perkembangan dalam masyarakat, melalui sikap positif, kritis, kreatif dan realistis.
Untuk itu, Orno menyampaikan lima pesan penting yakni,
Pertama, Persidangan Jemaat merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan dalam struktur organisasi gereja tingkat jemaat.
“Dengan demikian, persidangan jemaat GPM Passo Anugerah di saat ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh jemaat sebagai media untuk mengevaluasi program kerja dan kegiatan tahun sebelumnya serta menyusun program dan kegiatan kedepan,” katanya.
Kedua, diharapkan, pihak gereja dapat membangun komunikasi, koordinasi dan sinergitas bersama seluruh pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan dan penatalayanan di Jemaat GPM Passo Anugerah.
Ketiga, saat ini Pemda Provinsi Maluku sementara berupaya untuk mewujudkan visi pembangunan Maluku 2019-2024, yaitu ”Mewujudkan Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan, dan berdaulat atas gugusan kepulauan”.
“Untuk itu, saya memohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat Maluku, termasuk Jemaat GPM Passo Anugerah untuk mendukung sepenuhnya upaya kita dalam mewujudkan visi tersebut,” harap Wagub.
Ke-empat, upaya pembinaan dan penatalayanan yang dilaksanakan gereja selama ini akan membangun dan menginspirasi kesadaran jemaat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta menghormati, menghargai dan mempererat keberagaman, yang pada akhirnya akan membangun kekuatan persatuan dan kesatuan masyarakat.
Kelima, kesadaran untuk terus membangun komitmen hidup dalam damai dalam masyarakat yang beragam dan beragam, tentunya akan memberikan inspirasi dan imajinasi kepada seluruh masyarakat untuk membangun dan pemikiran-pemikiran sehat, mampu meningkatkan semangat optimisme yang luhur dan mulia dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, sejahtera dan berkeadilan.
Untuk diketahui, pembukaan Persidangan
ke- V Jemaat GPM Passo Anugerah Klasis Pulau Ambon Timur, ditandai dengan pemukulan tifa oleh Ketua Majelis Klasis Pulau Ambon Timur, Jemy Sitanala. (D2)












