Maluku Harus Jadi Surga Buat para Investor

  • Whatsapp
banner 468x60

Ambon, MG.com – Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Syuryadin Sabirin mengaku dirinya bersama Pemerintah Provinsi Maluku bercita-cita untuk menjadikan Maluku sebagai surga bagi para investor.

Syuryadin menyatakan, dengan diterbitkannya UU no 11 tentang Cipta Kerja, kemudian turunannya sekitar 46 PP dan 4 Peraturan Presiden, secara garis besar itu dimensi yang paling kuat adalah bagaimana proses perizinan itu mudah, transparan, terintegrasi, murah, cepat, dan legal.

“Itu satu poin yang harus kita ambil. Yang kedua adalah bagaimana dengan adanya UU cipta kerja dan turunannya tersebut, kita di daerah Maluku harus bersaing dengan 33 provinsi, yaitu harus membuat sebuah kebijakan insentif buat para investor Itulah yang harus kita kejar kedepannya,” ungkap Syuryadin Sabirin di Ambon, (01/12/2021).

“Sebagai contoh, 700 hektar lahan untuk industri pengolahan ikan di Kawasan New Port. Harus ada kebijakan, jangan sampai investor datang lalu harus menyewa lahan tersebut. Jadi diberikan insentif bagi para investor, lahannya free untuk digunakan dalam jangka waktu berapa lama,” tambahnya.

Contoh berikutnya, adalah kendala atau kurangnya minat investor. Kenapa investor lebih tertarik untuk berinvestasi di pulau Jawa daripada di luar pulau Jawa? Karena infrastruktur di pulau Jawa lengkap. Misalnya akses transportasi baik darat, laut, maupun udara. Kemudian tenaga kerja murah, pengurusan ijin lokasi tanah tidak berbelit-belit, karena dekat dengan sentra-sentra produksi.

Di sisi lain, Maluku yang merupakan wilayah kepulauan ada tambahan biaya produksi. Contohnya seorang investor mau berinvestasi di pulau Seram, dia mendarat dengan pesawat di Ambon lalu menginap 1 hari dulu di Ambon besoknya baru dia ke lokasi melalui jalur darat, lalu lanjut naik speedboat, baru sampai ke lokasi. Hal
tersebut tentunya memakan waktu dan biaya.

Oleh karena itu, jika biaya yang dikeluarkan investor tinggi kita harus membantu investor tersebut dengan
proses perizinan yang mudah, tenaga kerja murah, keamanan terjamin supaya seimbang.

“Langkah strategis yang kita lakukan agar dapat menarik minat investor ada 2. Pertama kita harus mengemas potensi dan peluang investasi dengan baik dan sesederhana mungkin sehingga dapat dicerna oleh para calon investor,”

Sementara itu, potensi dan peluang investasi di Maluku, kata Syuryadin, terbagi atas 4 sektor unggulan yakni perikanan, pertambangan, perkebunan, serta pariwisata. Kedua, kita harus menyiapkan feaseability study yang sederhana dan mudah dipahami oleh para investor pada setiap gugus pulau untuk keempat sektor unggulan tersebut. Yang ketiga adalah kita harus membuat kebijakan tentang pemberian insentif kepada para investor.

“Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, Maluku merupakan wilayah kepulauan yang sulit diakses ke lokasi proyek. Di era digital seperti sekarang ini kita harus mengemasnya seperti di website, disamping itu kita juga di tempat-tempat dan negara-negara yang kita anggap strategis untuk diadakan pameran, dan kita juga
bekerjasama dengan DPMPTSP provinsi se-Indonesia,” ujarnya.

Ia menandaskan, Investasi yang diinginkan adalah investasi yang berkelanjutan dan berkolaborasi dengan provinsi-provinsi di Indonesia. Satu contoh di sektor pariwisata, kalau misalnya ada paket pariwisata 10 hari di Bali, 7 hari turis berlibur di Bali, lalu 3 hari sisanya diarahkan ke Maluku. Kerjasama selain dalam paket paket pariwisata, bisa juga dalam paket perdagangan, kerjasama pabrik industry.

“Contohnya provinsi kita kekurangan nikel, tetapi provinsi sekitar kaya akan nikel. Maka ada peluang investasi smelter, dimana bahan nikel mentah dibawa untuk diolah di provinsi Maluku, kemudian dengan adanya new port maka nikel yang sudah diolah tersebut dapat langsung diekspor,” tutupnya. (Eln)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60