Diduga Tipu Ribuan Warga, Betty Pattikayhatu Bakal Dipanggil Paksa

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Diduga bos PT Lestari Pembangunan Jaya (LPJ), Betty Pattikayhatu telah menipu ribuan warga melalui program Sejuta Rumah Subsidi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) milik Kementerian PUPR RI yang akan dibangun di kawasan Negeri Tawiri Kecamatan Teluk Kota Ambon.

Padahal, ribuan orang tersebut telah membayar puluhan juta kepada PT LPJ milik Betty Pattikayhatu.

Permasalahan warga Kota Ambon tersebut turut dibahas Komisi III DPRD Maluku bersama permasalahan korban kebakaran Ongko Liong, Air Louw, Silo, Kamis (18/11/2021).

Pada rapat pembahasan tersebut, terlihat Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Roviq Afifudin dan anggota Komisi III, Anos Yeremias mendesak agar segera dilakukan pemanggilan kepada bos PT LPJ, Betty Pattikayhatu.

“Jika pengembang ‘Sejuta Rumah’ tidak memenuhi panggilan komisi maka bisa dipanggil paksa. Kasihan sebab ada warga yang telah menyetor uang puluhan juta rupiah, sejak lama, tapi belum dapat rumah,” kata Afifudin kesal.

Afifudin mengaku, Pattikaihatu akan dipanggil untuk ketiga kalinya. “Nah, kita panggil bukan untuk diperiksa, tapi remediasi. Selama ini forum ini tidak dimanfaatkan Pattikayhatu bersama timnya. Nah, kalau hadir bisa menjelaskan persoalan apa yang terjadi sehingga masyarakat belum mendapat rumah. Jadi tugas kita adalah mediasi,” kata Afifudin mengingatkan.

 

Apalagi, tambah Afifudin, ribuan warga sudah menyetor uang namun belum ada tanda-tanda pembangunan rumah tersebut. “Makanya kita ragu, dan curiga ada hal-hal yang tidak beres. Saya kira manusiawi,” sebutnya.

Afifudin menyayangkan sifat Pattihayhatu yang tidak mengindahkan undangan Komisi III padahal jika yang bersangkutan memenuhi undangan maka kendala belum dibangunnya rumah tersebut, bisa difasilitasi.

“Kalau ada hal-hal yang belum diselesaikan secara administrasi maka kami bisa apresiasi agar masyarakat dan pengembang bisa jalan,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Untuk itu, jika Pattikaihatu tidak memenuhi undangan Komisi III, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pol PP untuk menjemput paksa Pattikaihatu.

“Kita bisa panggil paksa beliau ke dewan.  Kita tidak menghakimi, tapi kita meminta beliau hadir menjelaskan persoalannya saja,” tandas Afifudin.

Sementara itu, Anos Yeremias mendesak pimpinan komisi agar segera mengagendakan pemanggilan paksa Pattikaihatu.

“Kurang lebih 2 ribu orang sudah setor uang mulai dari Rp 20 juta tapi belum dapat rumah. Kalau ditotalkan maka ada sekitar Rp 3 miliar sudah disetor ke Pattikayhatu. Kita koordinasi dengan petugas agar segera panggil paksa,” tegas Yeremias.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Maluku ini mengatakan, warga yang menyetor uang kepada Pattikaihatu penghasilannya dibawah Rp 3 juta.

“Kasihan mereka belum juga dapat rumah. Mereka orang kecil yang harus diperhatikan. Jangan biarkan mereka susah. Kita koordinasi agar segera dipanggil paksa,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada program ‘Sejuta Rumah’ maka PT LPJ mendapat kepercayaan pemerintah untuk membangun sekitar 2.000 unit rumah sederhana di Negeri Tawiri. Untuk memperoleh rumah itu maka konsumen harus menyetor uang tanda jadi (DP) minimal Rp 20 juta rupiah. Bahkan, ada yang telah melunasi harga rumah tersebut sekitar Rp 168 juta.  (D2)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60