Jelang Pemilihan Dekan, Civitas Akademika Teknik Unpatti Tolak Hetharia

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Segenap sivitas akademika Fakultas Teknik Unpatti menolak dengan tegas fakultas tersebut kembali dipimpin Wolter Robert Hetharia. Dekan Fakultas Teknik ini akan maju memperebutkan kursi nomor satu di Fakultas Teknik pada 22 Oktober 2021 mendatang. Mereka beralasan Hetharia bukan seorang pemimpin yang baik.

Sumber MenaraGlobal.com di Fatek Unpatti menyebutkan jika Hetharia tidak memiliki jiwa kepemimpinan, tidak mampu mengayomi, yang ada hanya kebencian, keserakahan, fitnah dan sikap membangun kelompok kepentingan.

“Selama ini dalam praktek kepemimpinannya, Hetharia kerap membangun kelompok kepentingan dan cenderung lebih memprioritaskan pengembangan jurusan teknik perkapalan ketimbang program-program studi lainnya,” kata sumber ini kepada Spektrum, semalam.

“Bagi kami, beliau tidak pantas menjadi dekan, karena kebijakannya hanya akan menyusahkan keluarga besar Fakultas Teknik. Coba ditelusuri, apakah selama memimpin fakultas ini, ada kemajuan, kan tidak ada. Yang ada hanya menyusahkan mahasiswa,” kata sumber ini.

Bahkan dengan tegas, sumber ini mengatakan jika ada mahasiswa yang hampir lima tahun bolak balik konsultas skripsi, kalau skripsi sudah ditangannya maka sulit dikembalikan.

Sedangkan kata sumber ini, sejumlah dosen di fakultas mengaku, Hetharia lebih banyak mengembangkan jurusan teknik perkapalan, sementara prodi-prodi lainnya seperti teknik mesin, perencanaan wilayah kota, teknik sipil, teknik sistem perkapalan dan teknik industri terbengkalai.

“Kalau pimpinan fakultas seperti ini, mau jadi apa dengan lembaga ini. Ya, semoga Fakultas Teknik kedepannya lebih baik dan dipimpin oleh orang yang punya kemampuan mumpuni membangun lembaga ini,” katanya.

Menurut sumber itu, ketidakmampuan Hertaria dapat dibuktikan dengan pengembangan sejumlah program studi. Semenjak yang bersangkutan memimpin teknik, prodi-prodi tertentu tidak jelas keberadaannya dan tidak bisa lagi menerima mahasiswa.

“Jadi, ada minat dari Prodi Teknik Mesin, Teknik Informatika dan Teknik Elektro sudah enam tahun dibentuk. Kasihan, dua tahun belakangan sudah tidak bisa menerima mahasiswa karena status prodinya tidak jelas,” katanya.

Sementara jurusan perkapalan dalam waktu relatif singkat bisa mengorbitkan program studi baru yakni prodi transportasi laut. Hal lain yang tak kalah pentingnya, pegawai dalam hal ini tenaga teknisi maupun laboran dari berbagai laboratorium di fakultas tidak pernah diikutkan dalam berbagai pelatihan seperti yang dilakukan dekan sebelumnya.

“Jadi intinya mahasiswa, dosen termasuk pegawai dirugikan, sebab skill dan bakatnya terpangkas selama masa kepemimpinan Hetharia ini,” jelasnya.

Selain itu, ruang gerak mahasiswa terkesan dijajah, bahkan ada banyak mahasiswa yang terbengkalai penulisan skripsinya, walaupun telah lolos diperiksa pembimbing, tapi ketika sampai di tangan Hetharia selaku dekan, skripsi itu dianulir dan kembalikan dengan alasan pembetulan tanpa catatan.

Lebih parah lagi, ada begitu banyak mahasiswa yang sudah beberapa tahun wisuda, tapi ijazahnya tidak bisa diambil akibat harus menunggu perubahan sesuai keinginan Hetharia.

Selain itu, terkadang, kaki dan tangan Hetharia yang bicara jika ada mahasiswa yang tidak disukainya berulah.

“Kami optimis, Fakultas Teknik kedepannya pasti punya pemimpin yang labih baik lagi dari yang bersangkutan,” ujarnya.

Untuk itu, civitas akademika Fakultas Teknik Unpatti menghimbau kepada Senat Fakultas Teknik agar saat pemilihan Dekan Fatek periode 2021-2025, yang terpilih adalah sosok yang mampu mengayomi lembaga Fakultas Teknik.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik, Wolter Robert Hetharia belum bisa dikonfirmasi karena berada diluar jangkauan. (D2)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60