Kolatlena Ingatkan BPJN Konsisten Bangun Jembatan Wai Pulu Dan Wai Tunsa

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON,MG.com – Masyarakat Kecamatan Siwalalat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sangat membutuhkan jembatan penghubung sungai Wai Pulu dan Wai Tunsa.

Namun proses pembangunan kedua jembatan tersebut, hingga kini tak kunjung dibangun lantaran ada masalah internal, yang mengakibatkan pembangunan jembatan tersebut dipending.

“Dengan cuaca dan kondisi hari ini sangat meresahkan masyarakat karena kedua jembatan tersebut merupakan alternative bagi masyarakat untuk bepergian. Jika musim ombak seperti saat ini mau atau tidak, masyarakat harus menyeberangi sungai walaupun aliran airnya sangat deras,” kata anggota DPRD Maluku dapil Seram Bagian Timur (SBT), Ali Kolatlena kepada wartawan, di Sekretariat DPRD Maluku, Karang-Panjang, Ambon, Selasa (26/05/2021).

Belum tuntasnya pembangunan jembatan tersebut menyebabkan masyarakat mempertaruhkan nyawa, harta benda dan lainnya.

“Meskipun dari BPJN Wilayah Maluku telah merespon hal ini, dan menjanjikan jika bulan Juni 2021 akan ditender, tapi kami minta agar konsisten dengan apa yang dikatakan. Juni itu harus telah ditender karena ini kebutuhan mendesak masyarakat SBT jangan lagi diulur-ulur,” katanya.

Kolatlena berharap, BPJN berkomitmen untuk membangun jembatan tersebut agar masyarakat terbantu dengan akses yang baik. “Kita berharap, komitmen yang baik dari BPJN Wilayah Maluku,” ulangnya.

Sementara itu, Kasatker BPJN Wilayah Maluku Toce Leuwol memastikan kedua jembatan saat ini masuk tahap pelelangan, karena berdasarkan informasi yang diperoleh dari Satker Jalan SBT, direncanakan kedua jembatan tersebut akan dilelang ulang.

“Untuk paket kedua jembatan tersebut akan dilakukan lelang bulan depan,” katanya.

Leuwol menjelaskan, paket kedua jembatan tersebut awalnya telah dilakukan kontrak dan mulai dikerjakan penyedia jasa, namun ada pengaduan dari penyedia jasa lainnya akhir diputuskan untuk pembetalan kontrak tersebut.

“Keputusan pembatalan kontrak diinstruksikan Inpektorat Kementerian PUPR,” kata Leuwol, kepada wartawan, Selasa (25/05/2021).

Dijelaskan, proses perlelangan dipastikan memakan waktu sekitar satu bulan lebih, sehingga proses pembangunan jembatan itu dipastikan Agustus atau September.

“Proses pekerjaan pembangunan baru akan dilaksanakan sekitar agustus atau September,” katanya lagi. (Eln)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60