Pendapatan Parkir di Kota Ambon Meningkat

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON,MG.com – Pendapatan Pemerintah Kota Ambon yang bersumber dari parkir, meningkat.

Hal itu terjadi pasca dipecatnya koordinator dari juru-juru parkir di Kota Ambon.

Dan kini, lahan parkir di seluruh ruas jalan di Kota Ambon, dikelola oleh PT Usguards. Pengelola pihak ketiga ini telah aktif bekerja sejak Februari 2021. Mereka bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Perhubungan..

Kepala Operasional PT. Usguards Kota Ambon, Hempry Nanlohy mengatakan, langkah pemberhentian yang diambil pihak pengelola terhadap sejumlah koordinator jukir merupakan langkah tepat.

“Ini tepat, malah dengan pemberhentian empat koordinator Jukir itu, pendapatan kita per harinya meningkat,”ujar

Nanlohy dalam rapat dengar pendapat bersama komisi III, DPRD Kota Ambon, Kamis (29/4/2021), menjelaskan, untuk Jalan AY. Patti, pendapatan yang diterima dari setoran parkir sebanyak Rp. 800 ribu per hari. Tapi setelah koordinator wilayah ini diberhentikan, uang yang didapat dari parkiran AY. Patty bertambah menjadi Rp 1,4 juta.

“Jadi setelah kita cari tahu, kadang ada koordinator yang pulang ke rumah dengan membawa Rp. 400- 500 ribu per hari. Makanya kita evaluasi. Dan ternyata benar kalau koordinator mengambil keuntungan disini,” terangnya.

Selain di jalan A Y Patty, Nanlohy juga merincikan adanya penambahan setoran dari parkiran di jalan Rijali, Setia Budi, Imam Bonjol Pattimura, Yan Pays dan Ahmad Yani. Dimana, awalnya hanya disetor oleh koordinator sebesar Rp. 1,1 juta, naik menjadi Rp. 1,7 juta.

Dan ini juga terjadi di parkiran di ruas jalan Mardika dan lainnya. Jadi ada potensi penambahan setelah pemberhentian koordinator ini.

“Langkah tegas lain yang dilakukan PT. Usguards, yaitu dilakukan pemecatan terhadap dua jukir, alasan pemecatan akibat  jukir yang kerap mabuk di jam kerja. Ini kan demi kenyamanan orang. Tapi kalau ditegur tak pernah mau dengar, ya kita berhentikan. Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ditambahkan, pegawai Jukir yang terdata di perusahaannya sebanyak 159 orang. Dari jumlah ini, ada empat supervisor yang bertugas mengontrol dan mengambil setoran jukir tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar menambahkan, bahwa PAD Kota Ambon yang bersumber dari parkir, sangat besar. Hanya saja, tidak dikelola orang yang tepat.

“Sesuai kontrak, PAD dari parkir Rp. 4,6 miliar. Tapi sudah meningkat Rp. 4,7 miliar,” jelasnya. (FAL)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60