20 Tahun Mekar, Kue Pembangunan di Buru Tak Adil

  • Whatsapp
banner 468x60

Namlea, MG.com – Buru telah menjadi kabupaten daerah otonom baru terpisah dari Kabuoaten Maluku Tengah sejak 20 tahun lalu, dengan Bupati Buru I, Drs. Husni Hentihu.
Hentihu menahkodai kabuoaten tersebut selama dua periode atau 10 tahun, kemudian dilanjutkan Ramly Umasugi selama dua periode.

Sayangnya, pembangunan di Kabuoaten tersebut hanya dinikmati masyarakat pesisir sedangkan masyarakat adat yang tinggal di pegunungan belum menikmati hasil pembangunan tersebut.

Sebab, hingga saat ini masyarakat pegunungan masih tetap terisolasi lantaran jaringan Telekomunikasi dan jembatan belum masuk di kawasan pegunungan.

“Selama 20 tahun jalannya pembangunan di kabupaten ini, kami masyarakat adat yang mendiami pegunungan sangat menderita karena infrastruktur jalan dan jembatan serta sarana telekomunikasi juga Sanitasi alias air bersih belum bisa kami nikmati,” kata Salemun Doho kepada wartawan di Namlea Senin (19/4 2021).

Padahal, pembangunan sarana tersebut sangat dibutuh masyarakat terutama pembangunan ruas jalan dan jembatan Rumah Tiga Waengapa, Watempuli menuju Danau Rana, Mesayang ke Desa Nafrua menuju Desa Batu Karang, Desa Lele menuju Desa Wambasalahin dan ruas jalan Desa Migodo menuju Desa Wamana Baru.
“Juga sarana komunikasi misalnya, jaringan Telkom Sel Mini bisa diprioritaskan pemerintah setempat,” katanya.

Selain jalan, juga masyarakat juga membutuhkan pembangunan jembatan yang menghubungkan desa ke desa misalnya jembatan yang bisa menghubungkan Sungai Waemkedan dan jembatan kali Wafofo.

Sementara tahun anggaran 2020 tambah Salimun ada pekeraan pembangunan jalan sepanjang 20 km yang dibangun Dinas PUPR Provisi Maluku menuju Desa Nafrua ke Desa Batu Karang .

Untuk itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buru, agar dapat menginventarisir seluruh jembatan dan jalan di 10 kecamatan yang saat ini dibutuhkan masyarakat baik itu warga yang tinggal di pesisir maupun yang tinggal di pegunungan,
“Data tersebut menjadi bahan perencanaan untuk APBD tahun anggaran 2022, dan selanjutnya akan dilakukan pembahasan bersama pihak eksekutif dengan legislatif,” tambahnya.

Salemun berharap, sebelum mengakhiri jabatan Bupati Buru, Ramly Umasugi diharapkan kawasan pegunungan Buru memberikan tanda mata berupa pembangunan jalan dan jembatan di kawasan Pegunungan baik itu di wilayah Kecamatan lolongguba ataukah di Kecamatan Fenaleisela. (AKi).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60