Pandemi Covid-19, Pemda SBB Tak Bijak, Petani Desa Waimital Rugi Total

  • Whatsapp
banner 468x60

KAIRATU, MG.com – Petani padi di Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) alami kerugian total di saat pandemi.

Sebab, hasil panen petani tidak dibeli warga sehingga terjadi penumpukan beras di gudang dan dikuatirkan padi tersebut rusak. “Kami panen di bulan Oktober, hingga saat ini beras tersebut tidak laku,” kata Sutarjo, salah satu petani di Desa Wsimital kepada MenaraGlobal.com, Senin (18/01/2021).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Sutarjo menjelaskan, saat ini harga beras Gemba yang biasanya dijual per kilo seharga Rp. 10.000, saat ini mengalami penurunan harga dan dijual berkisar antara Rp 8.000 – Rp 9.000.
“Walaupun kami upayakan turunkan harga beras namun beras masih tudak terjual, padahal sudah mendekati masa panen berikutnya,” keluh Sutarjo.

Dengan demikian, petani di tuga desa penghasil beras dipastikan merugi total, apalagi harga pupuk mengalami kenaikan harga yaitu 50 kg seharga Rp 110.000.
“Seharusnya Pemda SBB punya kebijakan mengantisipasi kerugian petani dengan membeli beras hasil panen petani di SBB, bukan mengambil beras dari luar SBB. Jika stok beras di SBB sudah habis baru membeli dari luar daerah, sehingga petani tidak merugi,” kata Sutarjo. (Kos)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60