Vaksinasi Tunggu EUA dari BPOM

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Bila sampai 15 Januari 2021, BPOM belum mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) Vaksin Sinovac maka rencana untuk pelaksanaan penyuntikan vaksin serentak di 11 kabupaten/kota di Maluku akan ditunda.

Demikian disampaikan Ketua Tim Gugus Tugas Perceoatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan usai mengikuti rapat bersama Tim Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Maluku, bersama Satgas dan Pemda Maluku, Senin (11/01/2021) di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Selang menjelaskan, sejak tiba di Ambon 4 Januari 2021, Vaksin Sinovac Covid-19 hingga kini belum di distribusikan ke 11 kabupaten/kota.

Menurut Selang, persyaratan yang baru ada hanya izin distribusi dan izin halal dari MUI. Sedangkan izin penyuntikan atau EUA belum juga dikeluarkan BPOM.
“Halal sudah dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia, jadi EUA keluar baru bisa di distribusikan untuk selanjutkanya dilakukan penyuntikan,”ucapnya.

Belum didistribusinya Vaksin Sinovac lantaran cool room hanya ada di gudang farmasi provinsi, sedangkan kabupaten/kota belum memiliki.
“Jadi begitu di distribusi, harus secepatnya dilakukan penyutikan. Namun harus menunggu EUA,” ungkapnya.

Selang juga memastikan keamanan vaksin yang disimpan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, karena dijaga ketat aparat keamanan.
“Saya menjamin Vaksin Sinovac tidak ada yang palsu, makanya di kawal ketat mulai dari gudang Bio Farma di Cengkareng, dikawal ketat aparat keamanan, sampai di daerah ju ga di kawal ketat. Agar masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa vaksin ini tidak ada yang palsu,” tegasnya. (Eln)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60