AMBON, MG.com – Kebijakan pilih kasih yang diduga dilakukan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), M. Yasin Payapo menyebabkan kejecewaan pedagang tradisional di Pasar Kairatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Kepada wartawan di Ambon, Ny. Yenny Achmad salah satu pedagang ikan di Pasar Kairatu mengaku kecewa dengan kebijakan Bupati SBB yang tidak kunjung meresmikan Pasar Kairatu sehingga gedung pasar tersebut tidak bisa difungsikan.
“Kami sangat kecewa dengan kebijakan Bupati SBB, Pasar Kairatu telah selesai dibangun namun tidak kunjung diresmikan akibatnya bangunan pasar tersebut tudak bisa difungsikan, padahal kami ingin beraktifitas di pasar tersebut,” katanya.
Sebagai pedagang yang notabene anak asli Bumi Saka Mese Nusa, dirinya bersama para pedagang lainnya merasa kecewa dengan Bupati SBB lantaran perhatiannya lebih terfokus untuk pengembangan Pasar Gemba.
“Kami mau tanyakan ke bupati, apa bedanya pedagang di Pasar Gemba dan Pasar Kairatu. Pasar Kairatu dibangun Pemda SBB sebagai pasar kecamatan sedangkan Pasar Gemba hanya pasar desa,” tandasnya.
Selain itu kata wanita paru baya ini, di Pasar Gemba tidak tersedia tempat parkir kenderaan sedangkan di Pasar Kairatu semuanya tersedia. “Tapi kenapa buoati tidak meresmikan bangunan pasar ini, bahkan pos perhubungan juga telah dipindahkan dari Pasar Kairatu ke kawasan Pasar Gemba,” katanya kecewa. (Eln)









