AMBON, MG.com – Salah satu cara menghambat perkembangan Covid 19 di Indonesia dan di Maluku adalah dengan cara vaksinasi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat.
“Kita baru tahu jika vaksin telah dibagikan ke daerah termasuk Maluku. Untuk itu saya berharap ada koordinasi antar Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Provins Maluku dengan kabupaten dan Kota,” kata Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Koordinasi tersebut harus dilakukan lantaran tidak mungkin Gustu Provinsi langsung lakukan vaksinasi.
“Kalau ternyata ada kerjasama maka itu lebih baik karena vaksin terbatas dan orang yang membutuhkan banyak,” katanya.
Namun tambah Wattimury, sebelum dilakukan vaksinasi maka harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat tidak ragu saat divaksin.
“Orang tidak ragu saat divaksin sebab tidak ada orang yang mau hidup dengan Covid,” katanya.
Namun lanjutnya, masyarakat juga berhak memperoleh kepastian soal dampak dari vaksin dan lainnya.
“Jika ada dampaknya maka berapa lama bisa sembuh. Orang harus tahu, untuk itu saya setuju untuk dilakukan sosialisasi terlebih dulu,” tegasnya.
Bahkan tambah Wattimury, saat pembahasan APBD 2020, DPRD Maluku telah mengingatkan sSekda selaku Ketua Harian Gustu Covid-19 Maluku agar berkoordinasi dengan kabupaten dan kota dilakukan.
“Sosialisasi dan hal ini sangat penting,” kata Wattimury tegas.
Sementara itu, anggota Komisi III DORD Maluku, Rofiq Afifudin menegaskan sosialisasi harus dilakukan untuk memerangi informasi yang belum tentu kebenarannya beredar di masyarakat.
“Ada isu yang beredar sehingga masyarakat ragu terhadap vaksinasi, sehingga butuh sosialisasi menyeluruh,” kata Afifudin.
Dengan dilakukannya sosialisasi diharapkan bisa meyakinkan publik Maluku bahwa vaksinasi bertujuan melindungi tubuh dari serangan virus covid-19.
“Karena di ruang lain ada perdebatan soal perang bisnis vaksin di bidang ekonomi juga ada diskusi politik soal vaksinasi. Jadi ini harus harus diwujudnyatakan,” kata Afifudin.
Untuk itu tambah politisi PPP ini, Presiden merupakan orang pertama yang harus divaksinasi.
“Setelah Presiden, menyusul anggota DPRD dan kita semua. Namun kita butuh penjelasan utuh agar semuanya bisa terjawab bahwa vaksinasi ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam rangka memutus mata rantai Covid-19,” katanya. (Eln)










