Vaksin Corona, Diskominfo Akui Masyarakat Kuatir dan Gelisah

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Kepala Dinas Kominfo Maluku, Semuel Huwae mengakui masyarakat masih memiliki kekuatiran dan kegelisahan, yang melahirkan kecemasan baru apalagi ditengah pandemi Covid-19 diikuti vaksinasi.
“Kita pakai model yang bisa diharapkan memberikan pesan positif dipikiran masyarakat. Kemarin kita ada satu acara pertunjukan rakyat, yang diharapkan memberi warna baru kepada masyarakat supaya tidak ketakutan dan kuatir berlebihan, tetapi disertai kepanikan yang membuat mereka sakit ditengah Pandemi Covid-19,” kata Huwae di web seminar yand bahas Komite penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Pemerintah Provnsi Maluku dengan tema Vaksinasi Dewasa Tingkatkan Imun Tubuh, Jumat (27/11/2020).

Hal tersebut yang mendorong Kementerian Kominfo di provinsi maupun kabupaten/kota diberi tanggungjawab menyampaikan pesan pemerintah kepada masyarakat, agar apa yang menjadi cita-cita bersama yakni kesehatan, dan ekonomi pulih dan bangkit bisa berjalan sesuai harapan.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku itu, mengutip pesan Presiden, Joko Widodo, Indonesia menuju langkah pemulihan menyusul kepastian vaksin Covid-19 yang akan tiba pada akhir Desember.
Pernyataan ini katanya membuka harapan bangsa, bahwa ditengah Coid-19 pemerintah berusaha mengatasinya dengan kebijakan yang menggairahkan, harapan dan mengobati apa yang menjadi kecemasan di masarakat berkaitan Covid-19.
“Ketika vaksin itu ada, kita mesti menjadi orang yang disiap divaksinasi. Pemerintah tidak pernah hadir untuk menyakiti masyarakat, pemerintah hadir untuk memberi ruang mengatasi kecemasan, kepanikan, mengurangi tingkat resiko yang msi terus bertambah,”ucapnya.
Karena itu, menurutnya apa yang telah dikrjakan Komite penanganan covid dan pemulihan ekonomi nasional adalah sesuatu yang terus digelorakan, bahwa covid-19 ada ekonomi tetap harus jalan.
“Covid tetap menjadi bagian dari proses menjadi wabah tetapi kita tidak boleh khawatir sebab kekhawtiran dan ketakutan ang berlebihan justru akan membuat kita semakin lemah dan tidak bisa menatap hari esok dengan seluruh karya-karya dan produktifitas kita yang lebih baik,”tandasnya.

Sementara itu, Daud Samal, Kepala Seksi Surveilans dan imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, mengatakan, pemberian vaksin di Maluku hanya akan diberikan pada kelompok umur 18-59 tahun.
“Perencanaan pelayanan vaksinasi, mulai dari pendataan sasaran, dengan jumlah penduduk 1,8 juta jiwa, sasaran umur 18-59 tahun kurang lebih 1,1 juta jiwa yang akan divaknisasi,” cetusnya.

Tujuan pemberian vaksin, kata dia untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, serta mencapai kekebalan tubuh, serta mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktifitas dan menimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Dirinya tidak memungkiri akan terjadi Kejadian Ikatan Pasca Imunisasi (KIPI), merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan degan aksin, kejadian ini dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.

Reaksi KIPI setelah vaksin Covid-19, jelaskan, maka akan muncul reaksi lokal seperti, nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan. Ini terjadi setelah pemberian vaksin dengan cara diinjeksi dengan dosis 0,5 disuntik dengan intramoskular,

“Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), badan lemah, sakit kepala. Reaksi lain, seperti alergi misalnya oedem, anafilaksis, pingsan,” terangnya.

Untuk mencegah reaksi tersebut, pihaknya sudah menyiapkan tim atau petugas dilengkapi dengan KIPI KIP, merupakan perangkat yang didalamnya ada obat, alokohol, jarum suntik dan lain-lain yang wajib dibawa osetiap tim yang melakukan vaksinasi dilapangan.
“Jika terjadi reaksi berat maka segera dilakukan tindakan yang diperlukan dilapangan,” terangnya.
Namun sebelum sampai pada tahapan itu, ungkapnya pemberian vaksinasi Covid-19 disertai dengan penerapan prookol kesehatan yang ketat, merupakan upaya akselerasi dalam rangka penanggulangan pandemi.

Kegiatan vaksiniasi Covid-19, lanjutnya meliputi tahapan perenacanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, dimana keseluruhan tahapan ini akan didukung oleh sistem informasi terintegrasi, serta perlu dilakukan komunikasi publik yang efektif untuk meningkatkan peneriman masarakat terhadap vaksinasi Covid-19.
“Kami mempunyai pengalaman pada pemberian imunisasi MR, kita ketahui pada saat itu terjadi penolakan dari masyarakat yang masih ragu, dan lebih mendengar informasi menyesatkan dari pada menerima informasi yang benar,” terangnya.

Untuk itu, kata Samal komunikasi publik kepada masyarakat harus dilakukan secara efektif dan efisien serta sering menyakinkan masyarakat untuk menerima dan pemberian vaksinasi Covid-19, dengan harapan terjadinya kekebalan kelompok.
“Karena tidak semua sasaran 0 sampai dengan usia lanjut, tapi dibatasi 18 sampai 59 tahun, jadi ada beberapa sasaran atau kelompok yang tidak mendapatkan imunisasi ini bisa terlindungi, apabila kelompok umur vaksinasi mendapat capaian setinggi-tingginya, sehingga terbentuk kekebalan komuniti, sehingga kita semua dapat terlindungi dari Covid-19,” jelasnya.

Untuk diketahui, webinar ini diselenggarakan dari Kementerian Kominfo RI dengan moderator Nuraini Tuarita bersama nara sumber Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku serta Kepala Seksi Surveilans dan imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. (Elna)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60