Upaya Kembangkan Ekonomi Digital
AMBON, MG.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Maluku diakhir tahun 2020 akan membangun Media Center Diskominfo.
Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku, Semuel Huwae saat menjadi pemateri pada webinar yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (23/11/2020)..
Huwae, berharap Media Centar Diskominfo nantinya tudak hanya bekerjasama dengan media tapi juga dengan tenaga kerja profesional yang merumuskan program belanja online, terobosan baru supaya ekonomi digital hidup.
“Nanti kita akan bekerjasama dengan Disnaker Trans Provinsi Maluku agar dilakukan pelatihan dengan menggunakan aplikasi yang akan dirumuskan atau permasalahan,” kata Huwae.
Diskominfo dan Disnaker Trans Provinsi Maluku akan bertindak selaku mentor terhadap tenaga kerja atau peserta pelatihan agar menjadi tenaga kerja yang unggul di pasar.
Responsifbilitas itu akan menjadi bagian dan cara kerja membuka ruang untuk mendapatkan data orang yang akan terlibat dalam pertumbuhan ekonomi digital.
“Saya dan teman-teman akan lakukan rapat dengan Disnaker Trans agar di masa pandemi ini bisa dicari solusi dan alternatif baru, untuk merumuskan konsep yang riil dengan idealisme tinggi agar ada makna sast kita hadir,” katanya.
Huwae juga menjelaskan tentang Tata Kelola Data guna menghasilkan data
yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat
dipertanggungjawabkab, serta mudah
diakses dan bagi pakaikan antar Instansi Pusat dan Instansi Daerah mealui Standar Data, Metadata, Interoperabilitas Data, dan
menggunakan Kode Referensi dan Data
Induk.
“Peran Kominfo untuk melakukan integrasi dan Interoperabilitas, jadi program Satu Data Indonesia ketenagarkerjaan itu lintas kementerian..Bagaimana menyiapkan data-data ini bisa terintegrasikan dan menyiapkan tempat untuk melakukan penyimpanan,” jelasnya.
Satu Data Ketenagakerjaan juga tambah Huwae, sesuai dengan rencana Kementerian Kominfo untuk membangun Data Center Nasional.
Dikatakan, memua hal itu sulit bisa terwujud jika tidak disertai rujukan data yang kuat, sehingga urusan data tidak bisa dikesampingkan.
Untuk mencapai hasil kebijakan yang efektif dan efisien dibutuhkan data yang detail dan rinci terkait seberapa besar dan efektif kontribusi yang sudah kita sumbangkan terhadap hasil yang ingin kita
capai
“Kebutuhan data yang andal berkaitan dengan supply dan demand pasar kerja,” tandasnya.
Huwae menegaskan, dikarenakan masih ada data yang belum sempurna sehingga mengakibatkan permasalahan
seperti pengangguran dan mismatch antara
kompetensi pekerja dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja masih menjadi sulit diatasi.
“Selain sumber daya teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten dan produktif, data juga kini menjadi daya dorong baru bagi perkembangan industri digital,” katanya. (Elna)










