Ruas Jalan Rambatu-Manusa Makin Parah, KPRM Demo Dinas PUPR SBB

PIRU, MG.com – Komunitas Pejuang Rakyat Maluku (KPRM) mengatasnamakan pemuda Desa Rambatu-Manusa Kecamatan Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menggelar aksi damai, di Kantor Dinas PU SBB di Desa Piru Kecamatan Seram Barat.
Kamis (15/10/2020).

Bertindak selaku Koordinator Lapangan (koorlap) Eli Lauluy dan Nober Mawene dengan jumlah massa sekitar 15 orang.

Saat melakukan aksi, KPRM menggunakan
1 unit Dumptruck nopol DE 8917 AU sebagai media berorasi.

Dalam aksinya KPRM mengungkapkan permasalahan terkait dengan ruas jalan Rambatu-Manusa.
“Selama ini tidak ada kejelasan terkait dengan pekerjaan jalan tersebut, pekerjaannya telah dilakukan namun tudak kunjung selesai akibatnya jalan tersebut telah rusak padahal anggaran yang dikucurkan cukup besar,” kata Elly.

Keputusan lakukan aksi tambah Elly lantaran ruas jalan ini tidak lagi mendapat perhatian dari instansi terkait.
Akibatnya, kerusakan makin parah dan berdampak pada sulitnya transportasi melintasi kawasan tersebut.
“Masyarakat yang berdampak, penderitaan masyarakat Rambatu – Manusa makin menderita,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta DPRD SBB meminta Kepala Dinas PUPR SBB untuk
mempertanggungjawabkan pembangunan ruas jalan Rambatu – Manusa.
“Kami meminta Pemda SBB dan Dinas PUPR untuk segera menindaklanjuti ruas jalan Rambatu-Manusa, dan kami beri waktu satu minggu, jika tidak kami akan menggerakan massa lebih besar lagi,” katanya dengan nada ancaman.

Selain itu, mereka juga meminta dilakukan audit terhadap proyek jalan tersebut, jika ada indikasi penyelewengan anggaran maka Kadis PUPR harus dicopot.
“Bukan saja dicopot tapi juga diproses hukum,” tandasnya.

Akhirnya, pendemo diterima Kadis PUPR SBB, Thomas Wattimena. Dihadapan Wattimena, pendemo membacakan pernyataan sikap KPRM.
Pernyataan sikap tersebut, antara lain, meminta Dinas PUPR SBB eram untuk transparansi terkait pembangunan jalan Rambatu-Manusa.
Juga memanggil kontraktor PT.Bias Sinar Abadi untuk dimintai penjelasannya.

Menyikapi tuntutan pendemo, Watimena menjelaskan, pembangunan ruas jalan Rambatu-Manusa terkendala Covid-19 sehingga dana tersebut dipangkas untuk mengatasi pandemik Covid-19.


“Sebagai penanggungjawab jalan Rambatu-Manusa, kami tidak abaikan dan tahun 2021 kita akan lakukan pekerjaan. Dan kami bertanggung jawap bahwa jalan Rambatu-Manusa bulan Desember 2020 akan di selesaikan.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi penyebab lambannya penyelesaian ruas jalan tersebut. (Kos)

Tinggalkan Balasan