Namlea, MG.com – JL, warga Desa Waekase, Kecamatan Airbuaya, diduga tertular covid-19, dari anaknya EL teman seperjalanan dari Jakarta dengan Pasein 01, mahasiswa asal NTT, AMM alias HM alias M.
Jubir Satgas Covid 19 Kabupaten Buru, Nani Rahim mengungkapkan, tim kesehatan telah datangi Desa Waekase guna melakukan rapid test tehadap keluarga mahasiswa berinitial EL dan GW.
Tim lakukan rapid test terhadap bapak, ibu dan dua adik dari EL. Tiga orang hasilnya negatif dan sedangkan ayahnya EL positif.
“Kasus JL baru terbaca melalui rapid test bereaksi positif dengan tingkat akurasinya di atas 80 persen. Namun untuk pastikan harus diperiksa swab untuk uji PCR. Sedangkan anaknya EL, sudah Diswab Tenggorokan dan tinggal menunggu hasil PCR keluar,” ungkap Nani Rahim , Sabtu malam (25/4).
Sedangkan terhadap keluarga mahasiswa berinitial GW, tim kesehatan tidak dapat menemukan mereka di Desa Waekase II. Konon kabarnya satu keluarga ini memilih bersembunyi di suatu tempat karena merasa dikucilkan warga kampung pasca anaknya dievakuasi dari kampung tanggal 23 April lalu karena hasil rapid test bereaksi positif.
Saat pengambilan rapid test pertama tanggal 8 April lalu, hanya HM yang hasilnya terbaca positif. Sedangkan EL dan yang lain negatif.
Setali tiga uang dengan HM yang mengaku bernama Ansar, EL juga mengecoh tim kesehatan dengan merobah huruf awal di depan namanya E menjadi I. Marganya yang berawalan L diganti dengan marga lain berawalan N.
Kemudian saat dirapid test kedua tanggal 14 April lalu, hasil yang terbaca sangat diragukan, sehingga IN palsu alias EL dianjurkan jangan pulang kampung dahulu dan melanjutkan karantina di Rumah KAT di Jalan Pendopo Wabub.
Namun IN paslu alias EL memilih pulang ke Waekase II dan kumpul bersama bapak, ibu dan kedua adiknya serta bertemu dengan banyak orang di kampung halamannya.
Kemudian pada tanggal 17 April lalu hasil PCR HM alias si Ansar palsu diumumkan positif, IN palsu ini masuk dalam daftar 21 nama mahasiswa klaster pertama yang harus ditracking, termasuk pula GW yang juga berada di kampung Waekase II dan tidak pernah dikarantina di Senyum Bupolo.
Dua rekan mereka WW dan JW, konon khabatnya belum sempat pulang kampung, karena hasil rapid test tanggal 14 April lalu bereaksi positif dan tetap memilih dikarantina di Penginapan Silta, di Lala, Kec.Namlea.
Saat tim kesehatan propinsi tiba dan melakukan pengambilan swab tenggorokan dua kali pada tanggal 20-21, IN palsu ini dijemput dan dievakuasi ke Penginapan Silta. Media juga masih membetitakan kalau mahasiswa ini berinitial IN .
Selanjutnya, informasi yang berhasil dihimpun lebih jauh menyebutkan, sambil menunggu hasil PCR 9 orang dari Kabupaten Buru keluar, tim satgas covid 19 Buru sudah menyiapkan langkah-langkah untuk tracking lagi banyak orang bila nanti PCR bereaksi positif terhadap mereka yang telah Diswab.
Langkah terjelek, akan mengisolasi seisi Kampung Waekase II bila hasil PCR mahasiswa EL ini kelak bereaksi positif.
Salah satu langkah yang diambil duluan mendahului dengan merapid test keluarga dekat , termasuk keluarga EL. “Hari ini, sabtu tgl 25 April 2020 pukul 14.35 WIT,kami melakukan tracking awal kepada kontak erat dari pasien rapid test positif a.n. EL dan GW. Dari 4 org anggota keluarga EL. Satu terindikasi reaktif/positif dari rapid test. Sedangkan anggota keluarga dari GW tdk kami jumpai karena mereka bersembunyi di tempat yang tidak kami jumpai,”ungkap Nani Rahim.
Nani Rahim mengaku kalau tim satgas telah melakukan pendekatan persuasif dengan kedua keluarga ini agar mereka lebih terbuka dengan tim yang melakukan trancking. “Dalam lingkungan sosial,kedua keluarga pasien ini merasa dikucilkan, dianggap sebagai pembawa virus corona di desanya, sehingga pada saat tim tiba di lokasi keluarga terkesan tertutup. Bahkan keluarga dari GW menghindari tim pemeriksa,”bebernya lagi.
Hasil Rapid Test terhadap ayah EL ini akan disampaikan satgas covid 19 melalui Puskesmas Bara Kec.Airbuaya.”Adapun rencana evakuasi dari 1 orang yg positif rapid test akan kami diskusikan dengan satgas malam ,” kata Nani Rahim. (An)









