Selang : Pemerintah Siapkan Pendidikan Vokasi dan Diploma
AMBON, MG.com – Jelang beroperasinya Blok Masela
Pemerintah telah menyiapkan banyak pendidikan vokasi, diploma.
“Yang paling menarik adalah laporan tim Studi Tiru di Bintuni bahwa dalam waktu tiga bulan saja, anak-anak yang dikirim telah berhasil menguasai pekerjaan dan berbahasa Inggris. Padahal hanya 3 bulan saja, dia bisa tahu kerja dan berbahasa Inggris,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Masrul Selang kepada wartawan usai membuka Forum OPD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku, di Ambon, Kamis (27/02).
Menurut Selang, sesuai laporan terakhir yang diterima, dari 100 orang yang mau diwisuda, semuanya telah dikontrak perusahaan tanpa tersisa. Studi Tiru ini yang akan dikerjakan disini.
“Untuk itu kami butuh dukungan dari Kementerian Tenaga Kerja,” katanya.
Dikatakan, saat ini isu paling mengemuka dan paling viral adalah harapan tentang Blok Masela.
“Investasi proyek terbesar tetapi kita tidak boleh terbuai 60 – 90 atau 100 persen tenaga kerja harus dari Maluku. Tidak begitu juga tapi bagaimana kita menyiapkan tenaga kerja terampil,” katanya.
Generasi muda Maluku punya peluang, tapi jika peluang ini tidak ditangkap maka peluang itu bisa diambil daerah lain, pada akhirnya siapa yang punya produktifitas, kualitas dan kinerja itu yang dipakai.
“Artinya kita bertanggungjawab supaya kita punya masyarakat yang 90 – 100 persen produktifitas, kinerja tadi itu tanggungjawab kita,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Selang mengingatkan seluruh peserta tentang pernyataan Gubernur bahwa uang yang ada di Maluku sangat sedikit.
“Karena itu satu rupiah sangat berpengaruh terhadap pengurangan kemiskinan. Itu substansi dari apa yang disampaikan Gubernur. Khusus untuk Kasubag Perencanaan, jika punya program atau kegiatan dengan peserta 100 orang harus diperhitungkan apa pengaruhnya bagi pengurangan kemiskinan di Maluku. Ini yang harus diperhatikan, semua sektor harus begitu,” tegasnya.
Dikatakan, kedepan tidak ada lagi yang tidak terukur, sehingga ada beberapa kegiatan yang terpaksa ditunda misalnya kegiatan yang hanya berpengaruh pada ekonomi besar.
Selain itu, Kasrul juga mengingatkan bahwa sast ini regulasi-regulasi sudah dipangkas untuk pelayanan, kemudahan berinvestasi.
“Kita disini tidak boleh tinggal diam, Pemda menyiapkan tenaga kerja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku, Dra. Farida Salampessy menjelaskan, pihaknya ditugaskan Gubernur Maluku menyiapkan studi jangka pendek untuk pendidikan vokasi.
“Yang sudah dilakukan yaitu kerjasama dengan BPJS Tenaga Kerja, sudah melatih 400 orang, 200 orang di Ambon, sisanya Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD),” kata Salampessy.
Kemudian lanjutnya dari masing-masing kabupaten/kota juga sudah menyiapkan pendidikan vokasi baik di MBD, KKT maupun Provinsi Maluku.
“Kami juga mengirim tim mengikuti Studi Tiru ke Bintuni, terkait dengan penyiapan tenaga kerja ke Blok Masela,” terangnya.
Untuk kebutuhan tenaga kerja secara keseluruhan, Salampessy mengakui masih menunggu informasi terkait kesiapan AMDAL.
“AMDAL itu jadi kebutuhan yang harus disiapkan. Namun secara umum untuk pemula sesuai intruksi Gubernur Maluku kami sudah bekerjasama dengan organsasi terkait untuk penyiapan tenaga kerja,” katanya. (On).









