NAMROLE. MG.com – Saat ini Buru Selatan merupakan kabupaten kedua dengan tingkat kemiskinan terendah di Maluku.
Demikian diungkapkan Bupati Buru Selatan, Tagop S. Solissa pada pelantikan penjabat Kades Persiapan Desa Wafrain Kabupaten Buru Selatan, Rabu, (22/01).
Menurutnya, tahun 2008 saat Bursel dimekarkan menjadi Kabupaten yang berjuluk Lolik Lalen Fedak Fena, angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Maluku 35,25 persen.
Proses percepatan pembangunan di Kabupaten Bursel, kurang lebih tujuh tahun
dalam pemerintahannya bersama almarhum Ayub Saleky/Buce program yang diusung lebih pada percepatan pemerataan pembangunan di daerah terpencil.
“Dan itu memberikan kontribusi besar terhadap penurunan kemiskinan,” jelasnya.
Dengan starategis dan sinergitas pembangunan antara daerah dan pusat maka saat ini Kabupaten Bursel telah menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan terendah nomor dua di Provinsi Maluku. Dan ini dibuktikan dengan perolehan penghargaan dari Pemerintah Pusat (Pempus).
Saat dimekarkan kata Soulissa, Kabupaten Bursel tahun 2008, APBD Buru masih Rp 300 hingga 400 milliar dan sebagai kabupaten baru, Bursel menerima bantuan dari kabupaten induk sebesar Rp 97 miliar.
“Kini APBD Kabupaten Bursel mencapai Rp 700 milliar, sementara APBD Kabupaten Buru berkisar Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun,” katanya.
Untuk itu, dengan besaran APBD tersebut, Pemkab Bursel akan mengalokasikan ADD/DD untuk seluruh desa yang mendiami enam kecamatan di Bursel.
“Dengan demikian proses regulasi kebijakan nasional dalam rangka mempercepat pembangunan sesuai kebijakan Presiden RI yaitu membangun dari pinggiran, merupakan kesempatan bagi daerah ini salah satunya mendatangkan anggaran dari pusat ke daerah itu, sehingga kita mekarkan desa sebanyak- banyaknya jika telah memenuhi syarat,” katanya. (AKi)









