Diduga Terlibat Pemalsuan Dokumen, PT SMS Finance Dipolisikan

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Polisi diminta usut tuntas praktek operasional PT Sinar Mitra  Sepadan Finance (SMS Finance) lantaran diduga terlibat pemalsuan dokumen kepemilikan kenderaan atau bersekongkol menerima barang jaminan (gadai) tanpa sepengetahuan pemilik barang.

Hal ini dialami Geraard Wakanno saat mengetahui dua (dua) unit mobilnya yakni Avanza dengan Nomor Polisi DE 784 AD serta Honda HRV DE 2212 telah dijaminkan isterinya tanpa sepengetahuannya sebagai pemilik barang ke PT SMS Finance dan saat ini kedua mobil itu telah dilelang perusahaan alias berpindah tangan.

Untuk itu, Geraad Wakanno telah melayangkan laporan polisi pada tanggal 21 Agustus 2019 di SPKT Polda Maluku dengan nomor LP-B/365 / VIII / 2019 / MALUKU / SPKT POLDA Maluku dan diterima Brigpol. Endro Soumokil.

Dalam laporannya ke pihak kepolisian, Geraard melaporkan isterinya Ny. Ellen Wakanno/Anakotta bersama PT SMS Finance yang beralamat di Urimessing Kota

Keduanya dijerat dengan UU KUHP pasal 372, 375 dan 263, dengan tuduhan penipuan, penggelapan dan pemalsuan.

Pasalnya, Geraard Wakanno merasa tertipu lantaran baru mengetahui jika mobilnya telah digadai isterinya Ny. Ellen Wakanno/Anakotta setelah kembali ke Ambon dan tidak lagi melihat kedua mobilnya yang selama ini dititipkan di Kairatu.

“Saya kerja di Papua dan sebulan sekali pulang ke Ambon,” kata bapak dua orang anak ini.  Dia mengaku telah dibohongi isterinnya dengan mengatakan jika mobilnya disewakan. “Setiap kali saya bertanya tentang mobil-mobil tersebut selalu dijawab mobilnya direntalkan, ternyata telah digadai dan sudah ditarik perusahaan leasing,” katanya kepada wartawan, Sabtu (24/08/2019).

Menurut Geraard, yang membingungkannya adalah seluruh surat atau dokumen mobil  atas namanya dan tidak pernah dipindahtangankan atau dibalik nama, lantas bagaimana bisa dijadikan jaminan. “Ini yang membingungkan saya, apa ada pemalsuan tandatangan saya ?” katanya lagi.

Untuk diketahui, untuk menjaminkan barang pada perusahaan keuangan maka ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi yakni, Fotokopi KTP, STNK asli dan Fotokopi, BPKB Asli dan Fotokopi

Dan jika kenderaan tersebut bukan atas nama pribadi calon debitur maka harus dilakukan proses balik nama. Syarat untuk balik nama adalah dengan menyertakan bukti pembelian sah pembelian atau kwitansi diatas materai Rp 6.000.

“Saya tidak pernah merasa menjual atau memberikan kedua mobil tersebut kepada isteri saya, jadi dia tidak berhak menggadaikan apalagi tanpa sepengetahuan saya,” tegasnya.

Dengan adanya permasalahan tersebut, PT SMS Finance diduga telah berkomplot dengan isterinya yakni Ny. Ellen Wakanno, yakni memberikan pinjaman tanpa mempertimbangkan kepemilikan barang tersebut.

“Isteri saya hanya ibu rumah tangga tanpa penghasilan selain dari saya, mestinya pihak perusahaan meminta persetujuan saya sebelum memberikan kredit kepada isteri saya, saya menduga ada kongkalikong, sehingga isteri saya dengan mudah  memperoleh pinjaman tanpa persetujuan saya selaku suami dan pemilik kenderaan tersebut,” katanya lagi.

Geraard juga menegaskan bahwa seluruh utang piutang yang melibatkan isterinya atau Ny. ELLEN WAKANNO/ANAKOTTA  yang beralamat di Pemda III Kel. Tihu RT 001/RW 001 Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon adalah tanggang jawab pribadi yang bersangkutan dan TIDAK menjadi tanggungjawabnya.

“Saya tidak bertanggungjawab atas utang piutang yang dilakukan isteri saya, Ny. Ellen Wakanno, jika ada yang merasa dirugikan silahkan hubungi yang bersangkutan,atau langsung ke pihak kepolisian,” tegasnya. (on)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60