AMBON, MG.com – Lima tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Maluku telah menanam hampir satu juta anakan pohon pala yang diperuntukan bagi masyarakat yang sebagain besar berada di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Hal ini dikemukakan, Gubernur Maluku, Ir. Saud Assagaff saat memberikan konfrensi pers di Natesepa Hotel, Jumat (9/11/2018).
“Bahkan dengan teknologi yang ada sekarang ini, pala yang dulunya berbuah saat umur 5 sampai 6 tahun, tetapi sekarang dengan tiga tahun saja, pala sudah bisa menghasilkan buah,” terang Assagaff.
Sementara itu Direktur Kemitraan Lingkungan, Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dra. Jo Kumala Dewi menyatakank apa yang disampaikan Gubernur Maluku bahwa pertumbuhan ekonomi masyarakat Maluku 6,28 persen di tahun 2017 dan kenaikan ini paralel dalam rangka kejayaan rempah-rempah di Maluku.
“Program Perhutanan Sosial bisa berkontribusi untuk Maluku, yang pasti ada alokasi area untuk Perhutanan Sosial 200.000 Ha tahun 2018-2019. Saya yakin ini akan berkontribusi pada kejayaan jalur rempah di Maluku.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Sadlie lie menjelaskan, kuota Maluku 200.000 Ha untuk Perhutanan Sosial yang sebarannya ke 11 kabupaten/kota .
“Luas kawasan kita di Maluku sekitar 3.9 juta Ha, dengan adanya program Perhutanan Sosial ini, ada kelebihan pada semua kawasan hutan produksi,” katanya.
Terkait dengan adanya lahan adat seringkali menimbulkan persoalan dan dikomplen pemegang hak ulayat.
“Melalui, Seminar Nasional Perhutanan Sosial, semua bisa memberikan kemudahan untuk masyarakat mengaksesnya,” terangnya. (on)









