Hasil Seleksi Anjlok, Pemda Dituding Tak Bernyali

Assagaff : Bukan Hanya Maluku

AMBON, MG.com – Tingginya passing grade yang ditentukan Pemerintah Pusat melalui Kemenpan -RB mengakibatkan pencari kerja yang ikut seleksi CPNS di Maluku berguguran. Bahkan tidak sampai satu persen tingkat kelulusannya.

Akibatnya, pemerintah dituding tidak berpihak kepada warganya lantaran tidak mampu bersikap tegas seperti Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat yang mampu menolak proses seleksi CPNS melalui CAT.

Menyikapi hal ini, Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff meminta Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua memimpin rapat dengan seluruh Bupati/Walikota.

Assagaff mengakui, kekecewaan ini bukan hanya dialami masyarakat dan Pemerintah  Provinsi Maluku tapi beberapa provinsi lainnya di Indonesia.

“Ada beberapa provinsi di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan lainnya mengeluh dengan tes CPNS tahun ini,” katanya.

Untuk itu, dirinya telah meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku untuk cek  dan hasilnya di beberapa  provinsi mengalami hal yang sama.

“Saya tidak mau, jatah kita 300 harus berkurang begitu jauh. Itu jatah kita yang sudah di  kasih 300, dan harus 300 dan bagaimanapun harus kita isi,” tegasnya.

Usai rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur, pihaknya akan bersurat ke Pemerintah Pusat yang akan diantar Wakil Gubernur ke Jakarta.

Assagaff jyga memastikan semua gubernur akan menyuarakan hal iji karena ini kebutuhan daerah yang harus diisi.

“Karena bukan kita sendiri, sebagian besar Provinsi mengeluh. Itu berarti ada yang salah,  kalau kita sendiri dan provinsi lain tidak mengeluh yah kita salah, berarti mutu kita rendah. Saya hanya tidak mau kuota kita 300 itu menjadi berkurang. Bagaimana caranya agar kuota 300 CPNS itu bisa kita dipenuhi, kelemahannya dimana agar bisa terpenuhi kedepannya,” katanya lirih. (on)

 

 

Tinggalkan Balasan