928 Masyarakat Kota Ambon Telah Lakukan Vaksin Booster Ke II

  • Whatsapp
banner 468x60

Ambon,MG.com – Kurang lebih 928 masyarakat Kota Ambon telah melakukan vaksin Booster Ke II dari Tanggal 24 Januari 2024 lalu

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Ambon, Wendy Pelupessy kepada awak media,Selasa ( 08/02/23).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Menurutnya, hingga saat ini, baru 928 warga kota Ambon yang membawa dirinya untuk melakukan vaksinasi Covid-19 booster dosis kedua. Untuk keluhan pasca vaksinasi booster ke II itu rata-rata keluhan sakit tempat suntik satu-dua hari sudah kembali normal ( Sembuh )

“Untuk data vaksinasi booster dosis ke II kurang lebih ada 928 kalau beta seng salah itu. Jadi dia tidak pakai kategori lagi. Siapa yang sudah booster dosis pertama bisa langsung Yang mulai jalan sejak 24 Januari 2023 pasca Presiden Joko Widodo umumkan,”ujarnya

Untuk itu, bagi proses vaksinasi booster dosis ketiga itu pihaknya tidak lagi membuka layanan pada Tribun Lapangan Merdeka. Namun semuanya sekarang terpusat di Puskesmas Valentine agar mudah terkontrol pasca vaksinasi,jelasnya

Oleh karena itu, tidak bisa lagi dibuka layanan vaksinasi booster dosis kedua di Puskesmas-puskesmas yang ada di Desa/Kelurahan. Pasalnya satu vial untuk booster harus 12 orang.

“Tidak bisa lagi. Karena satu vial itu 12 orang. Kadang juga seng sampe. Karena kalau sudah buka satu vial, tidak habis hari itu maka dosis yang sisa bisa jadi temuan lagi kembali. Jadi katong bikin terpusat saja,”ungkapnya

“Pihaknya tidak memiliki target berapa banyak di tahun ini yang akan vaksin booster dosis kedua. Sebab diharapkan sebanyak mungkin warga bisa datang sendiri jika sudah booster dosis pertama.

“Targetnya sebanyak mungkin orang yang sudah booster dosis pertama suntikan ketiga, dia bisa lanjut dengan booster kedua suntikan keempat. Jadi selama yang ada itu katong tetap melayani,” tukasnya.

Memang biasanya kalau ada prasyarat penerbangan booster dosis kedua dari pemerintah pusat, baru biasanya orang berlomba-lomba untuk vaksin. Tapi sepanjang tidak ada, tentu persentasenya kecil atau sedikit.

“Katong hanya tunggu, himbau, sosialisasi. Sebab tidak bisa paksa untuk vaksin. Kembali pada kerelaan orang. Tapi banyak itu biasanya kebutuhan untuk berangkat walau sekarang tidak ketat,”pungkasnya ( Fal )

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60