Kantor Bahasa Provinsi Maluku Gelar Rapat Kordinasi Festival Tunas Bahas ibu

  • Whatsapp
banner 468x60

Maluku,MG.com-Kantor bahas provinsi maluku mengelar rapat kordinasi Festival Tunas Bahas ibu yang berlangsung hotel swisbell,Rabu ( 15/06/22).

 

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dalam kegiatan rapat kordinasi ini melibatkan tiga kabupaten di Muku diantaranya, Kabupaten Buru, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), juga menghadirkan Perwakilan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Maluku dan Dita Bahasa.

Dalam sambutan sekda maluku yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Maluku Habiba Saimima mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku pihaknya memberikan apresiasi kepada Kepala Kantor Bahasa Maluku yang telah melakukan rapat koordinasi, sebagai upaya dalam meningkatkan bahasa dan sastra serta menjaga kelestarian bahasa secara baik dan benar dalam kehidupan masyarakat.

“Salah satu tujuan manusia menciptakan bahasa sebagai bahasa komunikasi agar, manusia dapat mengekspresikan semua bahasa bersifat vokal,” ujarnya disela-sela rakor.

Dia mengakui, ada beberapa faktor yang mempengaruhi bahasa yang punah salah satu nasionalisasi Bahasa Indonesia.

“Banyak faktor yang menyebabkan bahasa di Maluku nyaris punah akibat, semakin sedikitnya jumlah penutur asli di kalangan muda, dan kurangnya upaya untuk pelestarian maupun revitalisasi,” paparnya.

Dia berharap, kegiatan ini dapat menjadi momentum yang sangat strategis untuk melestarikan bahasa daerah yang ada yang berkembang di Provinsi Maluku.

“Semoga kita dapat melestarikan bahasa dan dapat dikembangkan oleh kaum muda yang dapat mengembangkan bahasa daerah di Maluku,” katanya.

Hal yang sama disampaikan, Kepala Kantor Bahasa Maluku Syahril menambahkan, Bahasa Daerah di Maluku yang terancam punah hal ini, karena kelalaian orang tua, dunia pendidikan dan pemerintah, sehingga mempercepat kematian bahasa daerah.

Dalam catatan statistik kami Maluku memiliki 70 bahasa daerah, 62 bahasa daerah telah terregistrasi di Unesco dan nasional dan 8 bahasa daerah masih dalam usulan.

“Maluku merupakan provinsi keempat terbanyak bahasa daerah setelah Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pada tahun 2022, pemerintah telah mengagendakan program revitalisasi bahasa daerah. Selain itu, Menteri Kebudayaan Riset dan Teknologi telah melakukan program merdeka belajar edisi 17 dengan nama revitalisasi bahasa dan sastra daerah pada tanggal 22 Februari 2022.

“Revitalisasi bahasa dan sastra telah dilaksanakan pada 12 provinsi di Indonesia termasuk provinsi,” katanya.

Untuk tahun 2022 memiliki tiga bahasa daerah yang akan dilakukan revitalisasi bahasa diantaranya, bahasa Buru di Kabupaten Buru, bahasa Key di Kabupaten Maluku Tenggara dan Bahasa Yamdena di KKT.

Dimana, tambah dia dalam pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah ditetapkan dengan tiga model diantaranya model A, B dan C.

“Model A kondisi bahasa dan tingkat vitalitas aman sampai rentan, ada bahasa yang dominan, pewarisan bahasa alami dan terstruktur, model B dimana, tingkat vitalitas aman sampai mengalami kemunduran dan situasi bahasa dominan dan pewarisan bahasa alami dan terstruktur serta model C dimana, tingkat vitalitas rentan sampai terancam punah, situasi bahasa tidak ada yang dominan dan pewarisan bahasa alamiah,” terangnya.

Dia berharap, bahasa daerah di Maluku akan dikembangkan agar, dapat dilestarikan oleh anak cucu kedepan,”pungkasnya ( Fal )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60