Lapak Pedangang Pasar Mardika Ditertibkan, Ternyata Ini Alasannya

  • Whatsapp
banner 468x60

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menjelaskan, proses itu merupakan tindak lanjut dari Kontrak Pekerjaan Pembangunan Pasar Mardika yang di tandatangani oleh Kontraktor dan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Maluku, 30 Desember 2021 lalu.

“Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan ground breaking dan peletakan batu pertama pembangunan pasar, dan salah satu persyaratannya adalah mobilitas untuk kendaraan alat berat. Oleh sebab itu kita tertiban lapak para pedagang,” kata Walikota saat meninjau kondisi pasar Mardika pasca penertiban, Selasa (11/1/2022).

Menurut Walikota pengoperasian alat berat berupa crane dan excavator, membutuhkan space jalan masuk yang cukup luas, supaya tidak membahayakan. Karenanya, mau tidak mau lapak pedagang harus ditertibkan dan direlokasi.

“Crane itu jika berputar, area dibawah harus bebas, kalau tidak nanti jadi masalah dan membahayakan orang yang ada dibawahnya,”ungkap walikota.

Walikota mengakui dirinya turut merasakan duka yang dirasakan oleh para pedagang, akibat dari penertiban dan relokasi ini. Namun ia berharap para pedagang dapat memahami situasi yang harus dihadapi, jika kota ini ingin mendapatkan pasar tradisional yang modern dan representatif.

“Saya pahami betul apa yang dirasakan oleh pedagang, hanya saya mau katakan kita harus berkorban untuk mendapatkan sesuatu yang baik. Oleh sebab itu, mari kita berkorban sedikit, untuk mendapatkan pasar yang representatif,” jelasnya.

Walikota mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung revitalisasi pasar mardika dengan penuh syukur. Alasannya karena pasar Mardika menjadi satu – satunya pasar yang disetujui pemerintah pusat untuk direvitalisasi dengan anggaran yang besar.

“Satu – satunya pasar yang disetujui oleh Presiden untuk dibangun pada tahun ini dengan angaran yang jumbo, hanya pasar Mardika di Ambon. Itu yang harus kita syukuri,” kata Walikota.

Walikota mengatakan ground breaking revitalisasi pasar Mardika akan dilaksanakan pada 16 Januari mendatang, menyusul peletakan batu pertama pada 20 Januari 2022 atau menyesuaikan dengan jadwal Gubernur Maluku, Murad Ismail. ( Fal )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60