Widya Murad Jadi Special Guest di Webinar Nasional

AMBON, SPEKTRUM – Ny. Widya Murad Ismail isteri Gubernur Maluku, Murad Ismail jadi special guest di webinar nasional tentang stunting dan covid-19 yang dilaksanakan Fakultas Pertanian Unpatti dan BKKBN Provinsi Maluku.
Widya yang juga Duta Parenting (Perangi Stunting) Provinsi Maluku, menyampaikan testimoni tentang pengalamannya memerangi stunting di Maluku, Sabtu (25/7/2020).

Dikatakan, tanggungjawab sebagai Duta Parenting serius dijalaninya mengingat Maluku adalah provinsi dengan tingkat stunting sangat tinggi.
“Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi stunting di Maluku mencapai angka 34 persen. Kondisi ini menjadikan Maluku termasuk daerah rawan dengan tingkat stunting yang tinggi, setelah Nusa Tenggara Timur,” ungkap Widya.

Sejak dikukuhkan oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail, sebagai Duta Parenting pada 3 Juli 2019, dirinya langsung berkordinasi dan membuat rencana aksi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Maluku sebagai leading sector.

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku ini, tingginya angka kemiskinan merupakan akar permasalahan kesehatan dan gizi di Maluku.
“Tempat tinggal yang tidak sehat, masalah perilaku, kesadaran dan inisiatif hidup sehat yang masih rendah, akses terhadap pelayanan kesehatan juga rendah, kondisi ini semakin memperburuk derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Widya mengakui, kondisi geografis Maluku yang luas dan kepulauan, juga menjadi tantangan tersendiri.
Secara geografis, Provinsi Maluku terdiri dari 1.340 pulau dengan luas wilayah 712.480 Km2, terdiri dari 92,4 persen lautan, dan hanya 7,6 persen daratan. Luas wilayah Maluku jauh lebih luas, dari luas daratan Pulau Jawa yang hanya 128.297 Km2.

Kondisi ini, lanjut dia, semakin sulit karena kecilnya APBD Provinsi Maluku, akibat dari formula perhitungan DAU (Dana Alokasi Umum) yang hanya memperhitungkan luas daratan.

Dikatakannya, bisa dibayangkan, akses dan aksesibilitas ke pulau-pulau di Maluku, baik melalui laut maupun udara, begitu sulit dan mahal. Situasi ini mengakibatkan kemiskinan sangat sulit dihindari, sehingga berdampak pada tingginya kasus stunting dan gizi buruk di Maluku.

“Kondisi ini yang membuat percepatan pembangunan menjadi terhambat karena persoalan disparitas atau kesenjangan,” aku dia.

Meskipun begitu, dia mengajak semua untuk tidak putus asa dan pesimis. Sebagai Duta Parenting, sekaligus sebagai Istri Gubernur dan ibunya anak-anak Maluku, dirinya terus berusaha menyempatkan waktu untuk turun langsung ke desa-desa locus stunting di daerah pulau-pulau dan terpencil, untuk menyentuh dan mengajak langsung masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. (D2)

Tinggalkan Balasan