AMBON, MG.com – Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Pengolahan, Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Roy Iwamony mengaku, saat ini bantuan bagi pelaku perikanan belum diketahui jumlah yang pasti.
Ini disebabkan anggaran untuk kegiatan tersebut direfocusing, akibat pandemi Covid-19.
“Akhirnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku harus memberikan usulan lagi,” kata Roy Iwamony kepada wartawan di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Selasa (02/06/2020).
Untuk itu, pihaknya mengusulkan bantuan khusus untuk pakan dan pembudidaya ikan, bantuan benih khusus untuk keberlanjutan usaha, coolbox bagi pemasaran hasil perikanan dan freezer untuk penyimpanan ikan.
“Hanya saja sampai hari ini anggaran refocusing masih dibahas, sehingga untuk jumlah yang akan diperoleh bel diketahui pasti, karena harus disesuaikan dengan anggaran,” terangnya.
Kendati belum ada kepastian mengenai jumlah, kata Iwamony, Dinas Kalautan dan Perikanan Provinsi telah berkoordinasi dengan cabang dinas dan juga kabupaten/kota untuk mendata calon penerima bantuan itu.
“Kami belum bisa bilang jumlahnya berapa, karena sampai hari ini keputusan anggaran belum final,” tandas dia.
Lebih lanjut dikatakan, selain bantuan dari APBD, sesuai dengan surat Gubernur Maluku untuk meminta bantuan dari Kementrian Kelautan maka sampai hari ini yang sudah dilakukan di lapangan adalah bantuan benih untuk pembudidaya ikan.
“Memang ini tidak dikelola oleh dinas, tetapi dikelola oleh Balai Budidaya Laut. Sampai hari ini tercatat 86 ribu bantuan yang sudah terbagi yang terdiri dari ikan kakap dan bubara dengan lokasi di Kota Ambon dan Kabupaten SBB,” jelas Iwamony.
Dan bukan itu saja, sekarang ini pihaknya juga melakukan identifikasi untuk bantuan kebun bibit rumput laut. (D2)










