AMBON, MG.com – 82 Orang penumpang KM Doloronda dari Pulau Jawa, Makassar, Bau-Bau yang di karantina di Kompleks Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku di Wailela Kecamatan Teluk Kota Ambon, Rabu (01/04/2020) mengamuk dan petugas tak mampu lakukan apa-apa selain membiarkan mereka keluar.
Pelaku perjalanan tersebut mengamuk lantaran tidak diberi makan serta dibohongi Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku.
Dari video yang beredar, terlihat beberapa orang lelaki adu argumen dengan petugas terkait dengan keputusan mengisolasikan mereka.
Sumber media ini, di tempat kejadian menceritakan jika mereka mengamuk lantaran merasa dibohongi karena ternyata tudak ada tenaga medis serta klinik srperti yabg dujanjikan.
“Katanya mereka tidak terima diberi makan nasi dengan sayur kangkung, mereka protes lantaran pemerintah diduga salah mengisolasi mereka karena mereka merasa sehat,” kata sumber ini.
Dalam video yang berdurasi 00:01:54 ini terlihat salah seorang bapak yang berbadan besar berupaya protes ke petugas pengamanan.
“Pemda yang punya hajatan ini, jangan begitulah,” kata sang bapak.
“Tunggu dulu, kita berkoordinasi dengan pemda,” kata petugas polisi itu.
“Pak kata koordinasi itu dari subuh,” kata salah seorang bapak yang menggunakan topi putih.
Bapak tersebut menambahkan jika koordinasi telah dilakukan sejak subuh na⁶mun tidak ada ujungnya. Bahkan dengan garang sang bapak menegaskan jika semua warga yang diisolasi mengerti hukum.
“Kita semua mengerti hukum, kalau yang di sana dan tidak bisa mewujudkan apa yang dijanjikan maka kita sama-sama aja ke sana, kita semua anak bangsa, kita sehat, kita keluar sama-sama dengan bapak-bapak, berani ambil resiko, kita sehat, kita anak bangsa kita sehat,” katanya.
Bahkan sang bapak juga mengaku saat ini semua yang diisolasi lapar. “Kita ambil resiko, itu baru nana Pattimura muda, benar nggak,” katanya dalam dialek Jawa medok.
Bahkan dengan lagak provokator bapak ini berteriak jika mereka bukan perampok bukan pencuri. Mereka bahkan menagih janji Pemda Maluku soal ketersediaan klinik dan tenaga medis.
“Mana janjinya, mana klinik, mana tenaga medis, tidak ada,” teriaknya.
Setelah adu mulut tersebut nampak pada video lainnya, petugas membiarkan para pelaku ini pulang satu per satu. (On)









