Di Maluku, Peningkatan ODP Capai 23 %

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Teridentifikasi peningkatan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) untuk penanganan penyebaran Covid-19 di Maluku mencapai 23 persen per tanggal 24 Maret 2020.

Data yang dirilis Sekretariat Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Selasa (24/03/2020) jumlah ODP di Maluku 76 orang. Padahal, sehari sebelumnya, Senin (23/03) jumlah ODP 61 orang.
Dengan demikian, teridentifikasi terjadi penambahan OPD 23 persen.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tetap pada angka 3 orang dan yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 satu orang.

Di Maluku baru Kota Ambon yang terkontaminasi Covid-19 yang diduga dibawa pekerja asal Bekasi. Namun begitu kondisi pasien 01 tersebut semakin membaik.
“Jika kondisinya terus membaik maka spesimen pasien 01 akan dikirim lagi untuk memastikan apakah masih ada Covid-19 ataukah sudah bisa dinyatakan negatif atau bebas dari Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. M. Pontoh saat jumpa pers di lobi Ruang Rapat Lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Senin (23/03/2020).

Rincian ODP di Maluku, untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) berjumlah 26 orang, Kota Ambon 14 Orang, Buru 14 orang, Seram Bagian Barat 13 orang, Kepulauan Ari 6 orang, Tual 2 orang dan Seram Bagian Timur 1 orang.

Untuk PDP, di Kota Ambon 2 Orang dan Maluku Tengah 1 orang.
Sedangkan kabupaten lainnya seperti Maluku Barat Daya, Buru Selatan, dan Maluku Tenggara belum ada laporan terkait keberadaan ODP dan PDP.

Gubernur Maluku, Murad Ismail usai telkomfrens dengan Presiden RI menjelaskan, Maluku tidak dalam pengawasan sebab yang positif Covid-19 datang dari Bekasi.
“Kondisi pasien namun langsung ditindaklanjuti dengan penanganan medis serta pengambilan spesimen yang langsung di kirim ke Jakarta dan hasilnya telah ada. Informasi jangan didengar dari siapapun kecuali dari Sekda Maluku, pasien terkonfirmasi kondisinya semakin membaik, tidak ada dampak hingga fatal,” tegasnya.

Dijelaskan, pekerja ini bersama teman-temannya datang dari Bekasi ke Ambon untuk bekerja namun ternyata sudah terkontaminasi virus.
“Saya ingatkan, masalah ini bukan sepele tapi ini masalah luar biasa seperti tsunami. Kita disuruh jaga jarak sekalipun bersama teman, dan saya tidak menerima tamu selama ini. Dan seluruh kepala daerah tidak diwajibkan ke kantor, kerja dari rumah. Yang diwajibkan ke kantor itu eselon II dan eselon terkait dengan masalah Covid-19,” jelasnya.

3 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) spesimennya telah dikirim sejak tanggal 16 Maret dan belum ada hasilnya tapi kondisi mereka mulai membaik.

Sementara ke 14 rekan pasien 01 sejak awal telah diisolasi tidak menampakan tanda-tanda terkontaminasi.

Untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Maluku, Pemda Maluku saat ini lakukan penelusuran jejak terhadap orang yang pernah bertemu atau berinteraksi dengan pasien 01. Hasilnya, sekitar 100 pernah berada di sekelilingnya.
“Ini tandanya kita peduli dengan mereka,” kata Murad.

Menurutnya, Pemda tidak diam, terus berupaya semaksimal mungkin untuk lakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Maluku.
Bahkan, saat ini penumpang pesawat dari Jakarta alami penurunan, hanya sekitar 800 orang per hari.
Untuk itu guna mendeteksi lebih soesifik lagi, pihaknya akan membagi penumpang menjadi dua bagian yakni yang asli Maluku tetap diisolasi mandiri di rumah dan yang datang dari Jawa yang diperkirakan sekitar 10 persen dari jumlah penduduk akan diisolasi selama 14 hari.
“Kalau mereka tidak suka maka disuruh kembali ke daerah asal,” tegasnya.

Pemda Maluku telah menyediakan tempat isolasi di Balai Diklat Provinsi Maluku yang menyediakan 1000 tempat tidur. (On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60