Kesbangpol Gelar Sosialisasi dan Evaluasi Pembinaan Bela Negara

AMBON, MG.com – Direktorat bela negara Kementrian Pertahanan Republik Indonesia, Kol. (ADM) Amirudin Laupe mengatakan kegiatan bela negara yg di lakukan oleh Kementrian Pertahanan Indonesia ada di lingkungan, sekmennya, di lingkungan pendidikan, perkerjaan, pemungkiman, dan lainnya.
“Kita mulai dari SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, semua menyangkut pendidikan.
Kalau yang menyangkut perkerjaan yaitu pemda, masyarakat, seperti sekarng ini pungkiman, ormas, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen,” kata Laupe pada kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Pembinaan Bela Negara Lingkup Pemukiman yang dilaksanakan di Ambon, Rabu (18/09/2019).

Menurutnya, tujuan diadakan kegiatan tersebut karena negara sekarang karakter dan perilakunya bisa dilihat sudah mulai menurun.
“Tidak usah lihat jauh-jauh contoh kecil saja seperti buang sampah sembarangan, naik motor tidak menggunakan helm, di sekolahan siswa melawan guru, itu yg perlu kita perbaiki bersama-sama, inilah metode yg dilakukan kementrian pertahanan itukan program pemerintah,” katanya.

Dikatakan, ada perbaikan karakter bangsa melalui bela negara, tujuannya paling tidak meningkatkan cinta terhadap bangsa, rasa nasionalisme, pada intinya memperbaiki perilaku.
Kalau masalah ancaman, lebih konvensional antar negara itu masih jauh, yang dilakukan adalah ancaman nyata, yaitu teroris, bencana alam, narkoba, dan ini semua harus ditekankan.

“Saya berharap paling tidak menambah wawasan. Pertama, mungkin semua belum tahu apa itu bela negara, tapi setelah kita sampaikan dan semua akan mengerti. Mari kita bersama-sama membawa kembali tolerensi, saling menghormati, dan jangan dijadikan persoalan itu,” sembari berharap.

Sementara itu, sambutan Gubernur Maluku yang di bacakan Asisten Bidang Pemerintahan, Henry Far Far mengatakan kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam menyeleraskan, mempertajam dan memantapkan sinergi serta menumbukan, mengembangkan nilai-nilai bela negara lingkup pemungkiman yg mengakomodir hak dan kewajiban warga negara secara proposional.

“Kedepan bangsa ini harus terus menghadapi perkembangan ekonomi dan budaya yang terus berjalan melalui penyatuan jaringan intergrasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang sinergi dalam meningkatkan ketahanan nasional dan diimplementasikan melalui kegiatan Pembinaan bela negara lingkup pemukiman,” katanya.
Selain itu, tambah Far-Far, ini juga merupakan modal dasar sebagai faktor mendukung ketahanan nasional dalam menghadapi tantangan, hambatan, ancaman dan gangguan guna mencapai tujuan nasional.
Sehingga sinergi tas pembinaan bela negara lingkup pemungkiman yang secara nasional di setiap daerah perlu ditingkatkan melalui pembinaan karakter perilaku dan jati diri dalam kemajuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang dilandasi empat konsensus dasar nasional yaitu pancasila, UUD 1945, kebinekaan dan NKRI,” katanya

Menurutnya, Bela negara lingkup pemukiman bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar bagi masyarakat tentang perilaku, mental spiritual yang dapat membintangi atau membekali diri dalam kehidupan yang majemuk dengan pendekatan wawasan kebangsaan khususnya bagi generasi milenial sehingga mampu dan kompetensi sesuai dengan identitas jati diri bangsa.

Di samping itu, bela negara merupakan faktor pendukung ketahanan nasional yang masih lemah dan belum tangguh diantaranya ketahanan ekonomi yang masih berbeda untuk tingkat kemiskinan di tiap provinsi karena masih terdapat riak-riak konflik massal, suku, ormas, kelompok, masyarakat dan sosial budaya. Hal ini disebabkan karena masih rendahnya perilaku karakter pola berpikir dan pendidikan bela negara kurang menyentuh masyarakat dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan serta untuk mewujudkan birokrasi yang dinamis jujur bersih dan sinergis. (Ov)

Tinggalkan Balasan