Pameran Kontemporer Museum Siwalima

  • Whatsapp
banner 468x60

Gubernur : Tugas Museum Siwalima Komunikasikan Koleksi Peninggalan Leluhur ke Genmil

AMBON, MG.com – Museum Siwalima satu-satunya museum di Provinsi Maluku yang juga memiliki tugas untuk mengkomunikasikan koleksi peninggalan leluhur kepada generasi penerus atau generasi milenial (genmil) Maluku.

Museum di Indonesia semakin beragam jenisnya, koleksinya dan kegiatan publiknya.
Pesatnya perkembangan museum tentunya tetap tidak menghilangkan atau mengurangi esensi dan hakekat serta fungsi museum yang telah lama dirumuskan.
Demikian disampaikan Gubernur Maluku, Murad Ismail yang dibacakan Plt. Asisten I Sekda Maluku, Hendrik Far-Far Isaat membuka Pameran Kontemporer di Museun Siwalima – Air Salobar, Kecamatan Nusanuwe Kota Ambon, Senin (26/08/2019).

“Museum hingga saat ini tetap mempunyai fungsi mengumpulkan, menyimpan, merawat, meneliti, memamerkan dan mengkomunikasikan koleksi museum kepada masyarakat dan ini telah diatur dalam PP nomor 66 tahun 2015,” katanya.

Untuk mengkomunikasikan koleksi dan data yang ada di museum kepada masyarakat kata Gubernur, maka museum melaksanakan kegiatan pameran baik pameran keliling maupun pameran temporer.

Kegiatan pameran temporer saat ini mengambil tema “Sejarah Perjuangan Bangsa”, karena berkaitan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku yang ke-74 tahun ini.

“Pameran ini merupakan salah satu media untuk menanamkan nilai-nilai Perjuangan dari sejarah bangsa di masa lalu kepada generasi muda sehingga mereka memiliki kesadaran untuk mengisi kemerdekaa dengan berbagai kegiatan yang berkualitas sehingga mereka tidak akan kehilangan daya juang di era milenial ini,” jelasnya.

Dengan pameran ini, tambah Gubernur, perjalanan sejarah bangsa diingatkan kembali bagaimana perjuangan untuk merebut kemerdekaan, berbagai halangan dan hambatan yang telah dilalui oleh rakyat, dan titik puncak perjuangan Indonesia dengan diproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Dengan bersatu, Indonesia bisa merdeka, melepaskan ikatan penjajahan sehingga berhak untuk menentukan nasib dan masa depan bangsanya sendiri.
Dalam perjalanan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, Maluku mempunyai peran yang penting datam proses Kemerdekaan Indonesia, banyak perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Maluku.
“Kita mengenal Thomas Matulessy (kapitan Pattimura), Christina Martha Tijahahu, J. Leirnena yang turut berfuang untuk melepaskan ikatan penjajahan dan salah satu tokoh dari Maluku yang ikut mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan dan tur hadir pada saat perumusan Naskah Proklamasi adalah Latoeharhary. Ketika Indonesia merdeka beliau diangkat menjadi Gubernur Pertama Maluku.
Menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku karena bisa melihat perĂ­alanan sejarah bangsa Indonesia dan bisa melihat sosok atau peiuang-pejuang bangsa,” katanya lagi.

Bersamaan dengan itu pula akan dilaksanakan Lomba Pidato perfuangan bagi peserta didik tingkat SMA/SMK/MAj agar tahir generasi-generasi muda yang bukan saja memahami seiarah bangsa tetapi dapat berjuang untuk mengisi kemerdekaa W dan juga tomba permainan
tradisional tarompa tingkat SD/MTS sehingga generasi ini tidak lupa dengan permainan tradisional leluhur yang sangat menggalang persatuan dan kerja sama sehingga terlahir generasi yang memahami nilai saling menguatkan, saling mendukung dan saling menopang untuk tetap nnempertahankan kemerdekaan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai induk dari UPTD Museum Siwalima yang sudah menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat ini sehingga para pelajar dan mahasiswa di Maluku tidak kehilangan jati dirinya dan dapat belajar dari suri tauladan para pahlawan yang sudah beriuang untuk memperoleh kemerdekaan,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa, sejarah masa lalu dapat dijadikan pijakan untuk menjalani kehidupan kini dan masa yang akan datang sehingga tidak akan terierembab kepada kesalahan yang sama. “Sekarang sudah sepatutnyalah kita menjaga dan mengisi kemerdekaan ini yang telah diraih dengan pengorbanan besar dari para pendahulu bangsa ini,” ingatnya.

Sementara itu, Kepala UPT Museum Siwalima Ambon, Dra. Jean Saiya menjelaskan pameran kontemporer yang diselenggarakan saat ini bertujuan agar peserta didik belajar membekali diri dengan pengetahuan sejarah masa lalu, untuk menyongsong masa depan yang lebih baik sebagai generasi penerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa dan negara ini ke depan.
Selain pameran kontemporer ada kegiatan lomba terompa dan lomba pidato.

Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa adalah pelajaran bagi anak-anak maka Museum Siwalima menginisiasi penyelenggaraan pameran kontemporer kepada peserta didik.
“Jadi anak2 bisa belajar dan kami juga bisa mengevaluasi dan membuka diri untuk dikoreksi karena pasti ada keterbatasan dan kelemahan,” katanya.

Pada pameran ini juga diperlihatkan beberapa data sejarah mulai dari terkenalnya cengkeh dan pala dan masuknya bangsa penjajah lalu perlawanan kedaerahan kebangkitan nasional, masuknya Jepang dan mulai dengan upaya kemerdekaan.

Pembukaan pameran ditandai dengan pemukulan tifa oleh Hendry Far-Far mewakili Gubernur Maluku serta pengguntingan pita oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.
Setelah itu, peninjauan lokasi pameran oleh Far-Far dan rombongan. (On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60