Sambutan Ketua DPRD Maluku Diinterupsi Gubernur

  • Whatsapp
banner 468x60

Rapat Paripurna Istimewa HUT Provinsi Maluku ke 74

AMBON, MG.com – Sambutan penutup Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae pada saat Sidang Paripurna Istunewa HUT Provinsi Maluku, yang berlangsung di ruang Paripurna Utama DPRD Provinsi Maluku, Karpan, Ambon, Senin (19/8/2019) diinterupsi Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Gubernur mengisyaratkan, apa yang disampaikan Ketua DPRD Maluku tidak sesuai fakta lapangan, sehingga perlu diluruskan.
Gubernur berpendapat lain soal pasokan listrik.
Menurut Gubernur, dirinya telah berkoordinasi dengan PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, sehingga diawal 2020 mendatang, pasokan listrik, terutama untuk desa desa terpencil pada beberapa Kabupaten, sudah tertangani.

Menanggapi interupsi tersebut, Huwae menegaskan apa yang disampaikan Gubernur adalah bagian dari menginformasikan kepada semuanya.
“Ini adalah rapat paripurna istimewa, untuk itu, apa yang disampaikan Gubernur adalah bagian dari menginformasikan kepada kita semua.
Untuk itu tadi sebenarnya saya tidak menerima interupsi, tapi karena ini informasi yang mesti disampaikan Gubernur berkaitan dengan kelistrikan, saya kira perlu tersampaikan, dan forum ini adalah representase rakyat Maluku,”ujar Huwae.

Untuk diketahui, dalam sambutannya, Huwae menyebut, sampai saat ini, masih terdapat sejumlah daerah di Provinsi Maluku yang belum dapat pasokan listrik.
Usia Provinsi Maluku telah mencapai 74 tahun, namun masih ada rakyat Maluku yang hidup dalam situasi yang memprihatinkan.
“Itu juga membutuhkan perhatian Pemerintah,” tegasnya.
Selain itu, Maluku juga diperhadapkan dengan berbagai permasalahan kemasyarakatan lain yang membutuhkan perhatian serius Pemerintah Pusat.
Kondisi kekinian Maluku dengan berbagai kemajuan yang dicapai, ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Maluku.
Sebagian masyarakat Maluku masih ada dalam kondisi memprihatinkan dan jauh dari sentuhan pembangunan, sehingga belum dapat menikmati kehidupan yang lebih layak.
“Kondisi ini dirasakan oleh masyarakat Maluku yang jauh dari pusat pemerintahan, seperti masyarakat yang ada di daerah daerah pedalaman, daerah perbatasan. Oleh karena itu, sudah waktunya Pemerintah memperhatikan mereka melalui intervensi program yang terintegrasi,” katanya.
Agar tambahnya, membawa masyarakat ini keluar dari keterbelakangan, kemiskinan dan keterisolasian.

Sejalan dengan itu, Maluku juga diperhadapkan dengan tantangan yang ditandai dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan.
“Kita juga diperhadapkan dengan kebutuhan pembangunan diberbagai bidang, dan masih tinggi presentase penduduk miskin, ketersediaan lapangan kerja yang belum tercukupi, sehingga menyebabkan pengangguran masih menjadi tantangan yang harus dihadapai bersama,” tuturnya.
Disadari sungguh, kata Huwae, masih banyak hal yang harus dibenahi.
Melalui momentum HUT Provinsi Maluku ini, Huwae mengajak semua pihak bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, serta DPRD, untuk meningkatkan pembangunan secara merata.
“Pemerintah tidak dapat berjuang sendiri, karena itu dibutuhkan dukungan semua komponen masyarakat Maluku dan atas nama rakyat Maluku, kita juga meminta perhatian dari Pemerintah Pusat, agar kedepan, Maluku menjadi daerah yang diprioritaskan dalam pembangunan, sehingga dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang disebutkan diatas,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Maluku dalam sambutannya meminta dukungan semua pihak untuk membangun Maluku kedepan.

Menurutnya, membangun Maluku membutuhkan banyak tangan, perlu keterlibatan setiap anak bangsa.
“Oleh karena itu, saya meminta dukungan semua pihak untuk bekerjasama membangun Maluku, mulai dari Forkopimda, baik DPRD, para Bupati, TNI/Polri, swasta dan seluruh komponen, karena kita semua adalah pejuang Provinsi Maluku masa kini dan menorehkan sejarah bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di bumi cengkeh dan pala. Saya sangat yakin, dengan menjaga semangat kesatuan dan persatuan serta persaudaraan, Maluku masa depan akan semakin maju, sejahtera dan mampu berkompetisi untuk mencapai kemajuan besar,” katanya.

Gubernur juga mengutip kata bijak Soekarno, ‘Kemerdekaan Indonesia bukan tujuan, tetapi kemerdekaan adalah The Way of Wealth yang artinya jalan atau jembatan menuju kesejahteraan.
“Artinya, kemerdekaan merupakan jembatan yang menghubungkan masyarakat baru Merdeka menuju masyarakat adil dan makmur.
Pidato sang Proklamator Kemerdekaan ini, merupakan spirit bagi katong samua,” katanya.

Membangun Maluku kata mantan Dan Kakor Brimob Polri ini, membutuhkan banyak tangan, membangun Maluku perlu keterlibatan setiap anak bangsa yang ada.
(On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60