Dari NTT, SOPI Go Internasional

  • Whatsapp
banner 468x60

Kebijakan Pro Rakyat Gubernur NTT

KUPANG, MG.com – Dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), minuman tradisional beralkohol ‘SOPI’ melalangbuana ke manca negara.
Langkah Go Internasional SOPI yang diberi nama SophiA lantaran kehebatan langkah Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat.

Selain SOPI, ada dua industri lokal olahan masyarakat Nusa Tenggara Timur masing-masing, Tenun Ikat, dan Daging Sei bakal booming di Pasar Internasional.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa, (30/07/2019) Laiskodat memperkenalkan tiga industri lokal yang menurutnya menjadi unggulan di NTT.
“Tenunan, SophiA dan Sei akan menjadi industri utama di NTT. Saya pastikan sebentar lagi ketiga industri ini akan dikenal di dunia internasional,” demikian kata Laiskodat.

Menurutnya, sejak dulu kala, tenunan sudah dikerjakan oleh para leluhur di NTT, begitu juga sopi. Jadi, pemerintah tidak perlu mengajarkan lagi cara membuatnya. Saat ini, pemerintah hanya fokus cara pemasarannya.
“Demikian juga Sei, salah-satu makanan khas NTT yang sudah ada sejak dulu,” sambung Viktor.

Laiskodat menjelaskan, promosi langsung dilakukan ke dunia internasional, dengan cara memboyong pengrajin ke luar negeri.
“Kami membawa pemuda Kabupaten Sabu-Raijua untuk memperkenalkan tarian juga tenunan khas daerah itu di Festival Pariwisata yang berlangsung di Norwegia. Hasilnya luar biasa, semua tenunan yang dibawa habis terjual, bahkan banyak juga yang memesan,” kata Laiskodat.

Sementara untuk SOPI, menurutnya, saat ini dunia telah mengenal SophiA (Sopi Asli).
Laiskodat mengakui, awalnya langkah yang diambil mempromosikan SophiA ditentang, tetapi setelah ada hasilnya baru langkah ini banjir dukungan.
“Saat ini negara Rusia meminta produk SophiA untuk keperluan pembuatan Vodka. Hal ini tentu akan semakin meningkatkan pendapatan kita,” sambung Laiskodat.

Tidak sampai disitu, Laiskodat juga memperkenalkan satu-satunya pohon ajaib yakni KELOR yang telah diakui khasiatnya oleh WHO ke dunia Internasional.
“Saat ini kelor di NTT sangat diminati oleh Jepang. Bahkan permintaan mereka tidak tanggun-tanggung, 40 ton per minggu,” ujar Laiskodat.

Itulah sebabnya, Politisi besutan Partai NasDem itu berani mengatakan bahwa NTT dalam waktu dekat mampu bersaing dengan daerah lain.
Hal itu wajar, karena beberapa produknya sudah dikenal dunia internasional.
Kedatangan Ketua Komisi A ke Kupang, NTT guna menggali informasi tentang pembangunan di NTT yang kian maju.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku, Melky Frans mengatakan bahwa sosok Viktor Bungtilu Laiskodat kini menjadi sangat populer lantaran kebijakan yang sangat luar biasa.
“Banyak berita, baik di televisi maupun media cetak bahkan di media sosial yang membahas tentang kebijakan Gubernur NTT. Saya sering ikuti dan ternyata kebijakan-kebijakan itu mulai terlihat hasilnya sekarang ini, luar biasa,” kata Frans. (an)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60