Pemilik Akun FB Lipren’t Ode Fiila Bakal Diproses Hukum

  • Whatsapp
banner 468x60

Tuding Kapolda Maluku Terlibat Mafia Tanah

AMBON, MG.com – Pengguna media sosial (facebook) beberapa hari terskhir ini hebih dengan postingan akun fb atas nama Lipren’t Ode Fiila. Pasalnya, dalam postingan tersebut, Lipren’t Ode Fiila menuding Kapolda Maluku, Irjen. Royke Lumowa terlibat mafia tanah.Akun Facebook atas nama Lipren’t Ode Fiila dalam beberapa postingan statusnya menuding orang nomor satu di jajaran Polda Maluku terlibat mafia tanah pasca Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Ambon mengeksekusi lahan seluas 5.727 meter persegi di kawasan Kebun Cengkih, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon pada Kamis, 18 Juli lalu.
Pada postingan tersebut sudah termasuk pencemaran nama baik lantaran ada foto Kapolda Maluku dan captionnya bertuliskan mafia tanah.
“Perlu saya jelaskan, beberapa waktu lalu ada perkara perdata tanah. Perkara ini kemudian berproses di pengadilan dan akhirnya ikrah berdasarkan keputusan MA Nomor 305 PK/PDT/2016,” kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku, AKBP. M. Roem Ohoirat saat menggelar konprensi pers di ruang kerjanya, Jumat (26/07/2019).
Menurut Roem, berdasarkan keputusan ini PN Ambon mengeluarkan putusan Nomor 9 tanggal 9 Juli 2019 tentang perintah eksekusi terhadap objek tanah yang disengketakan para pihak.
“Saya tegaskan, para pihak yang berperkara tidak dikenal Kapolda Maluku. Jangankan kenal, mengetahui namapun tidak, apalagi mengenal orangnya,” tegas Roem.

Keberadaan polisi tambah Roem, hanya untuk pengamanan berdasarkan permintaan PN Ambon, beberapa hari sebelum dilaksanakan eksekusi.
“PN Ambon mengirim surat ke Polres Ambon untuk membantu pengamanan objek sengketa. Kapolda Maluku tidak pernah tahu objek sengketa tersebut,” tegasnya lagi.
Menurut Roem, Kapolda Maluku hanya menerima laporan akan dilakukan eksekusi lahan sengketa namun teknik lapangan tidak pernah diketahui hingga muncul postingan tersebut.

Roem kembali menegaskan jika, Kapolda Maluku beserta seluruh jajaran sangat keberatan karena postingan tersebut.
“Postingan ini sangat mencemarkan nama baik beliau pribadi maupun sebagai Kapolda Maluku. Sebab eksekusi telah melalui keputusan yang inkrah. Dan yang lakukan eksekusi adalah PN Ambon dan bukan polisi. Polisi hanya lakukan pengamanan. Jadi perihal tuduhan tersebut kami sangat keberatan dan ini sangat tidak berdasar dan siapapun yang berbuat kesalahan akan dimintai pertanggungjawabannya,” tegasnya lagi.

Apalagi tegas Roem, sebelumnya, pelaku dengan akun Lifran’t Ode Fiila pernah terlibat dalam suatu perkara UU ITE dan sudah ada laporan polisi tertanggal 26 Feb 2019 yang ditangani Krimsus Polda Maluku.
“Yang bersangkutan dipanggil namun tidak hadir. Perkaranya dalam proses penyelidikan dan sudah pasti pelaku dicari. Siapapun yang lakukan perbuatan melanggar hukum pasti diproses hukum,” katanya. (On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60