Sikapi Keberadaan Sopi, Wagub dan Bupati MBD Kehilangan Hikmat

Oleh : Ivonne Weeflaar
(Redpel MenaraGlobal.com)

Ikut Tuang Sopi, Langkah Bunuh Diri Benyamin Noach

AMBON, MG.com – Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nathaniel Orno dan Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Noach telah kehilangan hikmat kepemimpinan.
Hal ini terlihat dari tindakan dan tutur kata yang diucapkan menyikapi dilema keberadaan minuman tradisional beralkohol, sopi.

Sebagai anak adat MBD, kedua pimpinan ini telah mengeluarkan statemen maupun berperilaku yang mengecewakan masyarakat MBD.

Dalam pengamatan saya, setelah ada penolakan Gubernur Maluku untuk melegalkan miras tradisional ini, maka Barnabas Orno dalam kapasitasnya selaku Wakil Gubernur Maluku meralat dukungannya terhadap legalitas minuman tradisional ini dan balik arah meminta maaf serta mencabut dukungannya. Ini tindakan pengecut anak adat dalam upaya membela harkat dan martabat serta upaya melestarikan peninggalan leluhur, karena sopi merupakan minuman yang harus disajikan dalam prosesi adat di Bumi Kalwedo.

Yang paling miris, Bupati MBD, Benyamin Noach yang notabene anak adat Pulau Kisar daerah penghasil sopi kualitas terbaik hadir dalam sebuah prosesi yang menghancurkan nurani anak MBD, yakni membuang atau menumpahkan sopi saat HUT Bhayangkara ke 73 di Polres MBD Kota Tiakur (MBD).

Sebagai pribadi, saya menduga Noach masuk dalam perangkap yang menghancurkan karir politiknya yang mulai cemerlang.
Dipastikan, Noach bakal kehilangan kesempatannya menjadi Bupati MBD periode berikut, kecuali ada mujizat dan kejahatan politik.
Mungkin saat itu, Noach berpikir dengan ikut mengotori tangannya dengan menumpahkan air mata dan darah warga MBD penghasil sopi maka elaktabilitasnya akan terdongkrak.
Namun sayang, pantauan saya di beberapa grup facebook maupun WA, tindakan Noach dihujat bahkan dinilai sebagai pengkhianat leluhur dan masyarakat MBD.
Elektabilitas Noach hancur saat simpati masyarakat mulai menghampirinya. “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga” mungkin pepatah kuno ini pantas menjadi pelipur duka Noach.

Memusnahkan sopi di Bumi Kakwedo sama saja dengan upaya memiskinkan 80 persen warga MBD yang telah miskin dan itu berarti kemiskinan Maluku semakin parah.

Mestinya, sebagai orang nomor satu di MBD, Noach mempresur DPRD MBD menyiapkan Ranperda tentang Sopi sebagai materi usulan pemerintah daerah agar produksi dan distribusi miras tradisional ini terpantau.

Jika langkah ini ditempuh maka bisa dipastikan Noach akan menjadi pahlawan dan elektabilitasnya sebagai politikus tidak dianggap sebelah mata.
Namun, Noach telah menabuh genderang perang terhadap masyarakat MBD dan hanya menunggu waktu dirinya akan menuai hasil akhir peperangan.

(Bersambung, Antara Solusi……)

Tinggalkan Balasan