Mencari Duta Museum Siwalima

UPT Museum Siwalima Gelar Lomba Pemandu Museum

AMBON, MG.com – Guna memperoleh Duta Museum maka UPT Museum Siwalima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku menggelar Lomba Pemandu Museum Siwalima pada 20 Juni 2019 mendatang.
Lomba ini merupakan pertama kali dilaksanakan Museum Siwalima, sementara di provinsi lain, kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2012. Tapi, bukan berarti Museum Siwalima tidak pernah berpartisipasi pada kegiatan tersebut.
“Kami pernah mengirim tulisan atau makalah milik Andre Seleky dan Yerni Erumpui yang saat itu masih berstatus mahasiswa. Walau belum berhasil keluar sebagai pemenang namun mereka sangat membantu menyuarakan Museum Siwalima melalui tulisan,” kata Kepala UPT Museum Siwalima, Dra. Jean Saiya, M.Si kepada MenaraGlobal.com di ruang kerjanya, Selasa (12/06/2019).


Saat ini lanjut Saiya, Andre Saleky telah mengabdi sebagai tenaga honor di Museum Siwalima.

Untuk mewujudkan adanya Duta Museum di Provinsi Maluku maka UPT Museum Siwalima menggelar Pemandu Museum yang pemenangnya akan menjadi Duta Museum Siwalima.
Sebagai bentuk keseriusan UPT Museum Siwalima menggelar event maka lembaga itu mengumumkan penjaringan peserta lomba melalui rumah ibadah yakni gereja dan masjid.
“Guna menarik minat masyarakat untuk ikut dalam lomba ini maka kami telah mengirimkan surat ke Masjid di Negeri Batu Merah serta Masjid Alfatah juga Gereja Silo dan Gereja Rehoboth,” jelasnya.

Menurut Saiya, pendaftaran lomba telah dibuka sejak bulan April dan ditutup pada akhir Mei. Lomba ini dibuka untuk umum usia 17 hingga 30 tahun.
Selain menggunakan corong masjid dan gereja, kata Saiya, pengumuman lomba Pemandu Museum juga disebarluaskan melalui sosial media.
“Peminatnya cukup besar dan kami akhirnya membatasi peserta sebanyak 30 orang. Pembatasan tersebut terpaksa dilakukan lantaran lomba hanya digelar sehari,” kata Saiya.
Peserta lomba tambah Saiya, harus mampu mempresentasekan sejarah berdirinya Museum Siwalima dan koleksi yang ada di museum tersebut.
“Kami telah menggelar technical meeting, kita memberi pemahaman bahwa pemandu museum adalah garda terdepan dari museum yang harus memahami informasi yang disampaikan kepada pengunjung,” terang mantan Kepala Bidang Penindakan Satpol PP Provinai Maluku ini.

Tetapi kata Saiya lagi, yang paling utama adalah bagaimana pemandu bisa menemui pengunjung.
“Itu kesan pertama bagi pengunjung. Harus ada Sapa, Senyum dan Salam dari pemandu sebelum menginformasikan tentang data dan sejarah koleksi Museum Siwalima,” tegasnya.
Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini bisa terbentuk Komunitas Pemandu Museum yang nantinya bisa menjadi pemandu saat Museum Siwalima menggelar pameran temporer.
“Ini mengingat ASN di Museum Siwalima semakin sedikit lantaran beberapa yang memasuki masa purna bakti, karena itu usai lomba ini, kami berharap komunitas Pemandu Museum bisa terbentuk,” harapnya.

Dewan juri pada lomba ini terdiri dari, Dr. Anna Lewier, Aditya Retraubun, serta sesepuh Museum Siwalima, Jerry Matitaputy.
Empat penilaian yang akan diberikan sebagai prasyarat untuk lolos di ajang ini yakni, konten materi.


Peserta dituntut untuk memahami isi Museum Siwalima. Peserta juga dituntut bisa menggunakan bahasa yang bagus, juga guiding skill serta performance atau penampilan juga ketepatan waktu mempresentasekan materi.
Dua gedung pameran yang akan dipakai peserta mempresentasekan materi yakni pada ruang pameran budaya dan ruang pameran kelautan.

Selain tujuan utama tersebut, lomba ini dilaksanakan juga untuk memperoleh tenaga muda yang mampu menjawab kebutuhan digitalisasi lantaran generasi milenial lebih tertarik menyimak informasi yang menggunakan sarana digital ketimbang informasi yang disampaikan secara manual. (On)

Tinggalkan Balasan