Temui Kaum Duafa dan Janda, Ny. Widya Murad Teteskan Air Mata

TP PKK Maluku Bagi-bagi Sembako Jelang Idul Fitri

AMBON, MG.com – Air mata isteri Gubernur Maluku, Ny. Widya Murad Ismail menetes saat mengisahkan tentang kondisi yang dialami 31 KK di Dusun Wara Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon – Maluku.
Kondisi ini disaksikan Ny. Widya saat dirinya mendatangi Dusun Wara membagikan bantuan sembako kepada keluarga rawan sosial ekonomi (janda) dan kaum duafa di Kota Ambon, Kamis (30/05/2019).

Ny. Widya megaku dirinya sangat tersentuh saat melihat wanita – wanita tua hidup berkekurangan bahkan ada anak-anak yang kekurangan asupan gizi.
“Saya benar-benar terharu melihat kondisi 31 KK di Wara, ada yang bahkan ngomong bahasa Indonesia saja tidak dimengerti dan harus menggunakan penerjemah. Selain itu, saya sempat memangku seorang anak kecil yang tubuhnya kurus dan lusuh, mungkin dia kekurangan gizi, saya berjanji akan memberi perhatian lebih kepada warga seperti ini,” katanya kepada wartawan di Masjid Alfatah Ambon, Kamis (30/05/4019).
Ny. Widya terharu hingga meneteskan air mata.

Kondisi ini baru terungkap, saat Ny. Widya selaku Ketua Tim Penggerak PKK menyambangi lokasi tersebut menyerahkan 31 paket sembako jelang Idul Fitri 1440 hijriah.

Sedikitnya 650 paket sembako dibagikan Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, di Kota Ambon. Paket sembako tersebut dibagikan di dua titik yaitu di Dusun Wara dan di halaman Masjid Alfatah Ambon.
Ny. Widya Murad Ismail dan didampingi isteri Wakil Gubernur Maluku Beatrix Orno bersama pengurus  PKK Maluku lainnya membagi sembako kepada ratusan ibu-ibu janda dan juga kaum duafa di Kota Ambon.

Tujuan pembagian sembako oleh PKK Provinsi Maluku ini yakni untuk mendekatkan diri dengan masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.
Selain itu juga untuk membantu para janda dan kaum duafa memperoleh bahan pokok  menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Kurang lebih 5 hari lagi menjelang Lebaran Idul Fitri. Kita ingin menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan sembako untuk kebutuhan Idul Fitri. Kita khususkan kepada para janda dan kaum duafa,” ujar Widya.

Widya mengaku, tidak hanya bagi PKK saja, namun kegiatan ini telah menjadi agenda rutin bahkan sebelum suaminya menjabat sebagai Gubernur Maluku.
“Syukurlah setiap tahun, kami bisa menyisihkan sedikit bantuan dan menyalurkannya kepada para janda dan duafa. Kebetulan saat ini tugas besar saya sebagai Ketua Penggerak PKK Maluku, jadi saya ingin bersentuhan langsung dengan mereka. Dan ini juga untuk memberikan contoh bagi pengurus PKK di 11 Kabupaten/Kota yang ada di Maluku,” jelas Ny. Widya.

Dikatakan, bagi-bagi sembako tidak hanya untuk lebaran saja, namun juga dilakukan menjelang hari-hari besar keagamaan, seperti Natal dan lainnya.

“650 sembako itu diberikan pak Murad dan saya, dari PKK Maluku, Dharma Wanita serta ibu-ibu relawan Baileo serta beberapa kepala dinas dilingkup pemerintah provinsi juga ikut andil dalam kegiatan tersebut,” tandas Widya.

Ny. Widya berharap apa yang dilakukannya saat ini bisa dilakukan di 11 kabupaten dan kota lainnya di Maluku.
“Bayangkan, yang saya temui ini di Kota Ambon bagaimana dengan kondisi di kabupaten dan kota lainnya di Maluku. Saya ingin agar PKK di labuoaten dan kota juga melakukan hal seperti ini,” katanya sambil menyeka air mata. (on).

Tinggalkan Balasan