GMKI Cabang Ambon Kecam Tindakan Sporadis Polres Ambon

AMBON, MG.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon menuding anggota Polres Pulau Ambon dan Pp Lease lakukan pelecehan dan penghinaan terhadap organisasi GMKI Cabang Ambon saat lakukan aksi damai di Kantor Gubernur Maluku pada, Selasa, (19/93/2019).

Pelecehan dan penghinaan tersebut dilakukan dengan cara menarik hingga putus atribut GMKI yang dipakai salah satu kader GMKI Ambon, Aldrie Andries. Bahkan, akibat tindakan tersebut, leher Aldris terluka.
“Atribut ini adalah harga diri kami, akan dipertahan ini sampai kapanpun. Perlakuan ini merupakan penghinaan dan pelecehan terhadap organisasi kami,” tegas Ketua GMKI Cabang Ambon, Almindes Vallentino Syauta dalan konfrensi pers di Ambon, Rabu (20/03/2019).

Padahal, tambahnya saat lakukan aksi damai di Kantor Gubernur Maluku telah sudah sesuai prosedural, administrasi, mendapat izin dari polisi  dan dijamin Undang-Undang.
“Kami punya izin pemberitahuan aksi, tapi oknum kepolisian membubarkan aksi kami dengan sporadis dan membabi-buta,” katanya.

Padahal tambahnya, aksi yang dilakukan mulai dari Kantor DPRD Provinsi dan berlanjut di Kantor Gubernur itu tidak ada mahasiswa yang melakukan tindakan anarkis. Semua berjalan dalam batas kewajaran.”Kami tidak melanggar apapun, tidak merusak fasilitas umum, tidak melakukan pemukulan dan tindakan anarkis saat aksi,” ujarnya.

Aksi anggota polisi dari Sabhara Polres Ambon yang dipimpin AKP Syarifudin dinilai berlebihan lantaran saat turun menemui mahasiswa langsung menyerukan ‘tangkap, tangkap, tangkap’.
Bahkan, enam anggota GMKI Cabang Ambon ditangkap dan dimintai keterangan.
“Untuk membebaskan teman-teman, saya harus membuat kesrpakatdn dengan pihak kepolisian yakni tidak akan membuat aksi dalam bentuk apapun hingga usai Pileg dan Pilpres,” kata Syauta kecewa.
Namun, GMKI memaklumi dan bisa menerima keputusan tersebut.

Bahkan, salah satu anggota polisi lakukan perampasan handphone dan menghapus gambar tindakan brutal polisi.
“Kami telah membuat surat laporan ke Propam Polda Maluku terkait persoalan ini,” tegasnya lagi.

Untuk diketahui, aksi mahasiswa yang tergabung di GMKI Cabang Ambon menuntut Pemerintah Provinsi dan DPRD Maluku melegalkan minuman keras tradisional jenis Sopi di Kantor Gubernur Maluku itu berlangsung ricuh.
Aparat Polres Pulau Ambon membubarkan aksi mahasiswa dan menangkap sejumlah mahasiswa.
“Kami mengutuk aksi keji yang dilakukan oleh oknum  anggota Polres Ambon terhadap anggota GMKI saat aksi kemarin (Selasa),” kecam Syauta. (MG)

Tinggalkan Balasan