Kerabat Tagop Soulissa Bakal Dperiksa

Penganiayaan Wartawan di Bursel

Namrole, MG.com – Du Soulissa, kerabat Bupati Buru Selatan (Bursel), Tagop Sudarsono Soulissa yang bekerja sebagai supir sang Bupati nampaknya tak akan lolos dari jeratan hukum lantaran diduga sebagai orang yang menyuruh Syarifudin Pellu memukul wartawan Koran Tahuri, Bernardo Leluly, Minggu (17/03/2019).
Hal ini diakui Pellu didepan penyidik Polsek Namrole yangbtelah menetapkannya sebagai tersangka.
Demikian dikemukakan, Kapolsek Namrole, AKP Yamin Selayar kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/03/2019).
“Dari hasil pemeriksaan itu ada muncul orang suruhan. Itu pengakuan dari tersangka,” kata Kapolsek.
Namun begitu, pihaknya tidak serta merta menelan begitu saja informasi dari tersangka, melainkan pihaknya akan melakukan pengembangan untuk membuktikan hal itu.
“Tapi kan kita polisi tidak serta merta. Tetapi kita tetap lakukan upaya penyelidikan terkait dengan apa yang dia ngomong,” ujarnya.
Dimana, pihaknya telah mempersiapkan surat panggilan untuk dilayangkan kepada Du guna diperiksa oleh penyidik Polsek Namrole.
“Sampai dengan sekarang kita pasti akan melayangkan surat, tapi yang bersangkutan kan tidak berada disini. Kita akan layangkan surat untuk memanggil yang bersangkutan,” katanya.
Lanut Kapolsek, dari hasil pemeriksaan terhadap Du nantinya barulah pihaknya akan melakukan pengembangan lagi secara professional penanganan kasus.
“Dari hasil pemeriksaan itu akan muncul lagi misalnya. Kalaupun itu betul, entah dia mengelak, bisa saja dia mengelak. Kita akan lakukan pengembangan lagi dengan saksi-saki yang lain yang melihat dia menyuruh atau tidak,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Syarifudin Pellu, warga Desa Masnana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang diduga merupakan suruhan kerabat Bupati Buru Selatan (Bursel)menganiaya wartawan Koran Tahuri, Bernardo Leluly, hingga mengalami luka diatas bibir, memar di siku kiri dan lutut.
Leluly kepada wartawan di Polsek Maluku, Senin (18/03/2019) usai memberikan keterangan kepada polisi selaku saksi korban mengungkapkan kronologis penganiayaan yang dialaminya.
Menurut Leleuly, pukul 23.40 WIT ketika ia kembali membeli rokok dari kios yang tak jauh dari kos-kosannya, tiba-tiba dirinya dipukul dari belakang.
“Dia pukul dari belakang, juga bibir hingga berdarah. Akibat pukulan tersebut, saya terjatuh akibatnya tangan dan lutut lecet,” kata pria yang akrab disapa Nardo ini.
Kendati sempat jatuh, Nardo lalu berupaya mengejar pelaku sambil minta tolong. Setelah itu pelaku berlari kearah restaurant milik almarhum Wakil Bupati Bursel.
Tak lama berselang, datang sejumlah anggota Polsek Namrole yang sementara melakukan patroli malam dan langsung menangkap pelaku.
“Kebetulan saat itu anggota Polsek Namrole sementara patroli malam, persis di depan Resto almarhum Pak Wakil, pelaku langsung di tahan. Sedangkan beta sendiri dibawa ke rumah sakit untuk di visum. Waktu visum selesai, arahan dari Polisi besok (Senin-red) pukul 09.00 WIT baru buat laporan karena sudah larut malam,” ungkapnya. (MG)

Tinggalkan Balasan