Pariwisata Maluku Butuh Inovasi

AMBON, MG.com – Dunia pariwisata
Maluku butuh sentuhan kreatif Dinas Pariwisata Maluku. Sebab, hingga minggu pertama Januari 2019 belun àda kalender pariwisata dan disinyalir kuat bakal ada program copy paste tahun ini.
“Kita belum punya kalender pariwisata tahun 2019, namun ada kemungkinan kalendernya masih sama dengan tahun 2018,” kata Kepala Seksi Analisa dan Strategi Pemasaran Bidang Pemasaran Pariwisata Maluku, J.H Soplantila kepada wartawan di kantornya, Jumat (04/01/2019) sambil menyodorkan kalender event pariwisata tahun 2018.
Hanya ada satu event yang baru pertama kali digelar yakni Festival Nusalaut yang digelar pada 15 hingga 20 Januari 2019 nanti.
Event tersebut sekaligus, peringatan Hari Martha Christina Tiahahu.
Walau demikian, ada peningkatan kunjungan wisatawan manca negara (wisman) di Maluku dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dan masih seperti tahun-tahun sebelumnya, wisman yang berkunjung ke Maluku tetap didominasi wisman asal Negeri Belanda.
“Wisman masih didominasi Negeri Belanda, kemudian Jerman dan Hongkong disusul Perancis,” terangnya.
Sementara pada tahun 2017, jumlah wisman tetap didominasi Belanda kemudian Australia dan Hongkong.
Jumlah kunjungan wisatawan Nusantara di Provinsi Maluku ada peningkatan walaupun sangat kecil.
Data yang dirilis Dinas Pariwisata Provinsi Maluku data kunjungan wisatawan ke Maluku tahun 2014 sebanyak 96.459 orang, tahun 2015 berjumlah 110.699, tahun 2016 turun menjadi 103,947, tahun 2017 ada peningkatan menjadi 111. 332 dan tahun 2018 terjadi peningkatan menjadi 116,899 orang.
Sementara untuk wisatawan lokal, pada tahun 2014 berjumlah 69.335 orang, tahun 2015 sebanyak 85.978, tahun 2016 meningkat menjadi 129 068, tahun 2017 sebanyak 174.431 orang dan tahun 2018 menjadi 183.153 orang.(on)

Tinggalkan Balasan