Tahun 2018, Temuan BPOM Maluku Alami Penurunan

AMBON,MG.com – Temuan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku di tahun 2018 untuk obat, kosmetik maupun pangan yang tidak layak edar, tanpa izin edar maupun rusak dan kadaluarsa alami penurunan dibanding rahun 2017 lalu.
Saat menggelar konfrensi pers di Kantor BPOM Maluku di Kudamati – Ambon, Kamis (27/12/2018), Kepala BPOM Maluku, Hariani menjelaskan, selama bulan Desember 2018 tercacat 53 sarana produksi di Maluku yang berhasil diawasi oleh BPOM.
“Dari jumlah sarana yang diawasi, 68 persen tidak memenuhi ketentuan ( TMK) higienis dan sanitasi,” jelasnya.
Sementara itu, data hasil pengawasan terhadap sarana Distribusi pangan baik BB, kosmetik, PBF, OT, SK, BPOM berhasil memeriks 425 sarana distributor ditemukan 52 persen tidak memenuhi ketentuan dan tanpa ijin edar, kadarluarsa bahan panganpun banyak yang sudah rusak labelnya.
Secara keseluruhan kata Hariani, BPOM Maluku melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap bahan pangan, obat tradisional, suplemen kesehatan maupun kosmetik pada 11 Kabupaten di Maluku.
“Hasilnya, selama satu tahun ini puluhan ribu barang berhasil ditemukan tidak sesuai,” katanya.
Hariani merinci hasil temuan yang tidak sesuai antara lain, 492 jenis obat kadarluarsa dan obat keras atau sebanyak 78.204 kemasan dengan nilai ekonomis mencapai puluhan juta rupiah.
Untuk komoditi pangan kadarluarsa, rusak dan tanpa ijin edar, BPOM Maluku berhasil mengamankan 802 komoditi pangan atau 92.600 kemasan, dengan nilai ekonomis Rp. 49.292.154.
Juga terdapat 1.489 komoditi kosmetik kadarlursa dan tanpa ijin edar sebanyak 44.401 kemasan, dengan nilai ekonomi mencapai Rp 1.016320.742.
Untuk bahan obat tradisional ditemukan 35 komoditi yang telah melewati masa berlaku dan terbukti tidak memiliki ijin edar dengan jumlah 25.915 kemasan ditaksir memoliki nilai ekenomi sebesar Rp.367.477.000,-
Ditemukan juga, 10 jenis komoditi suplemen makanan yang telah kadarluarsa dan tidak memiliki ijin edar.
Menurut Hariani, BPOM Maluku rutin lakukan pembinaan bagi pengusaha yang terbukti lakukan pelanggaran menjual produk yang tudak layak kepada masyarakat.
“Pembinaan kita lakukan tiga kali kepada penjual dengan pelanggaran yang sama,
namun jika pedagang tersrbut ternyata tetap lakukan hal yang sama maka kami membawanya ke rana hukum,” katanya.
Selain itu tambah Hariani, pedagang wajib menandatangani surat pernyataan penyerahan barang dagangan yang disita atau diamankan ke BPOM untuk dimusnahkan. “Jika pedagang keberatan memusnahkannya,” tegas Hariani.
Hariani menghimbau masyarakat Maluku untuk berhati- hati membeli produk baik produk kosmetik, obat- obatan atau bahan makanan.
“Sebaiknya produk tersebut diteliti kemasannya, batad waktu masa berlaku produk maupun bahan yang terkandung didalamnya, terutama bahan makanan yang diduga kuat mengandung zat pewarna pakaian,” katanya mengingatkan. (on)

Tinggalkan Balasan