WIMNUS Maluku Gelar Seminar Nasional

Caracter Building Success with Millenials Generations

AMBON, MG.com – Wirausaha Muda Nusantara (WIMNUS) Maluku menggelar Seminar Nasional dengan tema ‘Caracter Building with Millenials Generations’ bertempat di lantai 3 Maluku City Mall, Ambon, Kamis (21/11/2018).
Seminar yang dihadiri sedikitnya 500 mahasiswa dan pelajar tersebut menghadirkan motivator muda nomor satu di Indonesia yakni, Syafii Efendy.
Kepada wartawan, Syafii menjelaskan tujuan dilaksanakan seminar ini adalah agar anak-anak atau generasi muda di Ambon bisa mandiri secara mental, wawasan dan keuangan.
Menurutnya, saat ini yang diserang adàlah anak muda Indonesia melalui informasi yang diterima tidak baik, film yang ditonton tidak mendidik, sinetron yang makin kurang ajar.
“Kondisi ini membutuhkan anak muda tangguh yang bisa merevolusi itu. Apalgi
kekuatan Indonesia ada di anak muda yang jumlahnya 70 persen, ini berbanding terbalik dengan China yang hanya 30 persen. Dan ini yang dinamakan bonus demografi 2020,” terangnya.
Sayangnya tambah motivator yang baru berusia 27 tahun ini, aset ini tidak dimanfaatkan dengan benar. “Kita lebih sibuk berantem ketimbang membangun karakter anak muda. Pemerintah lebih peduli dengan konser yang tidak penting, yang tidak ada urusannya dengan mainset positif orang untuk berubah,” tegasnya lagi.
Materi yang diberikan Syafii antara lain, bagaimana menjadi pemimpin yang punya nyali, tidak takut serta tidsk bisa diintervensi siapapun.
“Sebab kalau anak muda negeri ini punya nyali maka negeri ini akan kuat,” tambahnya.
Menurutnya, entepreneur, leadership dan politik itu satu garis.
Sebab, dengan ekonomi yang kuat anak muda pasti punya nyali dan tidak jadi maling.
Syafii mempertanyakan soal banyaknya pencuri berdasi di negeri ini.
Hal ini terjadi kata Syafii lantaran banyak pejabat yang nyambi jadi pengusaha.
“Akibatnya, mencurilah dia. Namun jika mereka punya uang yang cukup maka mereka tidak akan menjadi maling di negeri ini. Kalau mengabdi, mengabdi yang murni saja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Gatot Sihabudin sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai sejumlah anak muda ini.
Alasannya, selain dilaksanakan oleh organisasi kewirausahaan juga karena melibatkan pelajar dan mahasiswa untuk memotivasi mereka bahwa wirausaha itu penting.
“Jiwa wirausaha itu penting, jadi mainset yang harus kita ubah bahwa usai sekolah atau kuliah tidak harus menjadi pegawai negeri,” kata Gatot.
Wirausaha itu penting untuk itu, sedari awal harus ada pencerahan pola berpikir mahasiswa dan pelajar.
Gatot menyambut baik jika nantinya ada usulan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku karena kegiatan seperti ini sangat penting.
“Saat ini sedang digalakan wawasan kewirausahaan pelajar,” jelasnya.
Bahkan tambah Gatot, ada salah satu SMA di Buru yang mengajarkan kewirausahaan atau di Surabaya ada mata pelajaran kewirausahaan dan siswa diajarkan untuk berusaha misalnya dengan berjualan secara online.
“Pendidikan vokasi itu sangat penting,” tegas Gatot. (on)

Tinggalkan Balasan