Pengendara Mabuk, Lakalantas Tak Dijamin BPJS Kesehatan

PIRU, MG.com – Pengendara kenderaan yang dikuasai minuman beralkohol sehingga menyebabkan kecelakaan lalulintas tidak dijamin BPJS Kesehatan. Demikian disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Seram Bagian Barat (SBB), Andi Baso Mallo saat sosialisasi BPJS Kesehatan Goes to Customer, di lingkup Polres SBB Rabu (12/9/2018) di Piru.

“Penjaminan ini tidak akan ditanggung BPJS Kesehatan apabila lakalantas tersebut disebabkan karena pengendara dalam pengaruh alkohol (mabuk),” tegasnya.

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas ditanggung BPJS Kesehatan, tetapi merupakan penanggung kedua setelah jasa Raharja yang besaran plafonnya sebesar Rp 20 juta rupiah.

“Jadi misalkan biaya yang harus dikeluarkan peserta sebesar Rp 30 juta, Jasa Raharja akan menanggung Rp 20 juta dan BPJS Kesehatan menanggung sisanya,” terangnya.

Sosialisasi dengan tajuk BPJS Kesehatan Goes to Customer yang bertema Menjawab Kebutuhan Peserta di Era Digital ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta JKN-KIS terhadap prosedur, hak dan kewajiban serta peraturan terbaru dilingkup Polres  Seram Bagian Barat (SBB).

Usai kegiatan, Baso menyampaikan pentingnya sosialisasi Goes to Customer ini guna menyatukan persepsi masyarakat dengan aturan-aturan yang berlaku sehingga tidak terjadi kesimpang-siuran informasi yang diterima.

“Pada umumnya masih ada peserta JKN KIS yang bertanya-tanya tentang hak dan kewajibannya menjadi peserta,” katanya.

Untuk itu sosialisasi ini penting karena dengan dinamika pembaharuan yang ada pihaknya dituntut untuk  mensosialisasikan langsung kepada masyarakat.

Pada saat itu, Baso juga menyampaikan tentang segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) baik PNS, TNI, POLRI dan Swasta adalah tanggungan anak.

“Untuk diketahui bahwa tanggungan anak dari PPU itu adalah 3 anak sampai dengan usia 21 Tahun. Jadi bagi peserta yang memiliki 3 anak dan baru mendaftarkan anaknya 2 diharapkan dapat segera menambahkan anak ketiganya sebagai tanggungannya,” kata Baso.

Baso menghimbau peserta untuk melakukan registrasi pada aplikasi unggulan BPJS Kesehatan yaitu Mobile JKN, karena banyak manfaat musalnya, pindah faskes, merubah data, skrining riwayat kesehatan dan lainnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Kabag Sumda Polres  SBB, KOMPOL J. Samad menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan yang bersedia mengadakan sosialisasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman kepada anggota kepolisian dilingkup wilayah Polres Seram Bagian Barat tentang hak dan kewajiban sebagai peserta JKN-KIS, prosedur, alur pelayanan, serta informasi terkini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan untuk informasi yang mungkin kami lewatkan sebagai peserta JKN-KIS, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan dapat meng-update informasi guna memperlancar proses pelayanan kesehatan bila diperlukan,” kat

anya. (on)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan