Guru Dilarang Berjualan di Sekolah

AMBON, MG.com – Tugas guru adalah belajar mengajar bukan berjualan ataupun mengelola kantin. Hal ini ditegaskan anggota DPRD Kota Ambon, Leonora Far-Far saat pertemuan dengan pengelola kantin, Kepala SMP Negeri 2 Ambon serta Dinas Pendidikan Kota Ambon, Senin (10/8/2018).

“Kesejahteraan guru bukan diperoleh dari berjualan karena pemerintah telah menyediakan sertifikasi bagi guru,” tegasnya.

Pernyataan tersebut dikemukakan menyusul adanya sikap arogan yang ditunjukan Kepala SMP Negeri 2 Ambon, Gani Suath yang semena-mena kepada pengelola kantin. Padahal keberadaan pengelolaan kantin tersebut dilakukan berdasarkan kontrak kerjasama yang baru berakhir pada 20 Desember 2019 mendatang.

Masalah ini akhirnya bermuara di DPRD Kota Ambon setrlah pengelola kantin menyurat resmi mengadukan permasalahan ini.

Pasalnya, pengelola kantin merasa dilecehkan oleh para guru dan kepala sekolah lantaran ada peristiwa memalukan yakni pengelola kantin dipanggil Suath ke ruang kerjanya. Namun bukannya membicarakan permasalahan kantin secara terbuka malah menggiring pengelola kantin ke ruang guru dan diadili para guru.

Setelah itu sang kepsek memerintahkan menutup dengan gembok pintu penguhubung sekolah dengan kantin agar akses siswa ke kantin terputus.

Menyikapi hal itu, Far-far meminta pihak sekolah membuka gembok dan membiarkan siswa berbelanja di kantin tersebut.

“Siswa harus dibiarkan berakses ke kantin pada saat istirahat untuk itu gembok harus dibuka,” tegasnya.

Menyikapi maraknya penjualan di sekolah yang dilakukan para guru, Kepala Bidang Dikdas Merry Mairuhu berjanji akan menindak guru yang kedapatan berjualan apalagi hingga melalaikan tugasnya sebagai pendidik. “Kami akan beri sanksi tegas,” katanya singkat. (On)

Tinggalkan Balasan