PIRU, MenaraGlobal.com-Kinerja PLN Ranting Buano Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dinilai tidak efektif lantaran lampu selalu dipadamkan padahal saat Ramadhan aktifitas warga selalu dilakukan malam hari.
“Ini masalah serius, selaku warga Desa Buano saya sangat menyayangkan kinerja buruk yang ditunjukan Kepala PLN Ranting Huamual Belakang karena hal ini sudah terjadi bertahun – tahun dan tidak ada kepedulian sedikitpun untuk perbaiki kualitas PLN Ranting Huamual Belakang,” kata Badrum Afandy Ninilouw mahasiswa asal Buano kepada MenaraGlobal.com, Jumat (1/6/2018).
Akibatnya, masyarakat menilai kinerja Kepala Ranting PLN Ranting Huamual Belakang buruk.
“Pemadaman lampu di malam hari telah terjadi selama tiga tahun berturut – turut selama Ramadhan. Yang jadi pertanyaan apakah tidak ada upaya perbaikan kualitas atau membenahi kerusakan yang ada sehingga pemadaman saat bulan Ramadhan bisa dihentikan,” katanya galau.
Badrun menilai ada unsur kesengajaan dan pembiaran terhadap persoalan ini.
Padahal, warga telah melaksanakan kewajibannya yakni membayar rekening listrik, mestinya diimbangi kualitas yang diperoleh.
“Setiap tahun masyarakat Buano baik utara maupun selatan mengalami padamnnya listrik dengan cara gantian jalur, dan ini terjadi setiap peringatan hari besar keagamaan misalnya, Idul Fitri, Natal dan tahun baru,” tegasnya.
Mestinya kata Ninilouw PLN harus beroperasi 24 jam secara normal.
Jika berpatokan pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan bab 2 ayat 1 huruf b, menjelaskan bahwa efisiensi berkeadilan maka sudah tentu hal itu menjadi landasan seorang pemimpin.
“Untuk itu, saya atas nama masyarakat Buano meminta ketegasan PT. PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara memanggil Kepala PLN Ranting Huamual Belakang untuk meminta pertanggungjawaban kinerjanya dengan pelayanan publik yang diberikan PLN Ranting Huamual Belakang, jika perlu seluruh staf dan pimpinan PLN Ramting Hualmual Belakang dinonaktifkan,” tegasnya. (Fit)









