Tak Bayar Hutang, Tujuh Rumdis Pemda SBB Disegel

PIRU, MenaraGlobal.Com -Diduga belum bayar utang pembebasan lahan  yang digunakan untuk pebangunan tujuh unit Rumah Dinas (rumdis), kepada keluarga Kukupessy maka bangunan tersebut  disegel.

Kekacauan ini berawal saat keluarga Kukupessy dipercayakan Pemkab SBB membangun pagar untuk tujuh unit rumdis yang terletak di Desa Niniari Kecamatan Seram Barat Kabupaten SBB-Maluku.

“Proyek ini bisa dikerjakan tapi dengan catatan  lakukan pembebasan lahan kepada pemiliknya yakni keluarga Ririhena. Ayah kami, Michael Kukupessy setuju untyk lakukan pembebasan lahan tersebut sebesar Rp 200 juta menggunakan yang pribadi yang nantinya diganti Pemkab SBB,” kata Evi Kukupessy anak Michael Kukupesy kepada MenaraGlobal.com di Piru Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Senin (28/5/2018).

Menurutnya, lantaran ada kesepakatan pergantian uang tersebut oleh Pemkab SBB mala  keluarga Kukupessy berani lakukan pembebasan lahan gunakan uang pribadi. Apalagi saat penetapan APBD SBB tahun 2018, anggaran pembebasan lahan senilai Rp 200 juta sudah disetujui DPRD SBB.

“Tetapi saat kami meminta kembali uang kami, ternyata kami dipimpong. Kami diarahkan ke Bagian Aset Setda SBB dan diberi penjelasan bahwa anggaran itu telah ada dan siap dicairkan namun pencairannya  di Bagian Pemerintahan,” jelas Evi lagi.

Setelah pihaknya menemui Kabag Pemerintahan, James Kapuate ternyata dijelaskan bahwa pihaknya masih menunggu disposisi Sekda SBB.

Keluarga Kukupessy makin dibuat bingung lantaran informasi yang diterima dari sumber terpercaya di Bagian Pemerintahan bahwa sudah ada disposisi pencairan dana dari Sekda SBB.

“Yang jadi pertanyaan kenapa uang tersebut belum juga dicairkan, dan saat kami kembali menemui Kabag Pemerintahan ternyata yang bersangkutan mengatakan jika lahan tersebut masuk pada daftar lahan milik pertanian. Ada apa dengan James Kapuate ini,” kata Evi dengan nada tinggi.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke pemilik lahan, ternyata  ada surat jual beli tanah dan tidak ada keterangan kalau lahan tersebut  milik pertanian.

Merasa ditipu Kapuate, keluarga Kukupessy putuskan untuk menyegel rumdis tersebut hingga ada pelunasan hutang piutang.

“Dalam jangka waktu tertentu jika tidak diperhatikan maka kami akan mengusir paksa penghuni dari rumdis ini,” tegas Evi. (Fit)

 

 

 

Tinggalkan Balasan