Disdik Ambon Terapkan Usia Tujuh tahun Bagi PDB

AMBON, MenaraGlobal.COM-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon menerapkan usia tujuh tahun bagi Peserta Didik Baru(PDB),

Peberapan ketentuan ini dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmy Salatalohy kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (6/4/2018).

“Pemberlakuan ketentuan ini dmulai pada tahun ajaran 2018/2019, untuk siswa baru di Sekolah Dasar (SD) harus berusia tujuh tahun,” katanya.

Menurut Salatalohy pemberlakuan ketentuan ini berdasarkan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud-RI) Nomor 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Ketentuan usia peserta didik baru ini juga untuk meningkatkan kualitas siswa.

“Kami harus konsisten menerapkan aturan ini, yakni penerimaan siswa SD berumur 7 tahun atau 8 tahun untuk meningkatkan kualitas murid,” terangnya.

Salatalohy menjelaskan, jika sekolah tetap menerima siswa dibawa tujuh tahun, maka saat proses belajar mengajar di kelas, dengan tingkat kesulitan yang tinggi dipastikan anak akan kesulitan menangkap pelajaran yang diberikan. “Kalau kita terima siswa 5 tahun akan memberatkan siswa tersebut saat guru memberikan pelajaran yang sulit maka  siswa tersebut kesulitan mencerna pelajaran yang diberikan,” jelas Salatalohy.

Selain itu tambahnya, ketentuan usia tujuh tahun bagi siswa baru juga melatih siswa, agar mampu bersaing saat kompetesisi  di dalam maupun di luar daerah.

“Secara formal, di kelas siswa yang umurnya dibawah, justru tidak akan kuat, otaknya pasti kurang tangkap, bagaimana bias menyelesaikan PR dan situasi di kelas,” ucapnya.

Untuk itu, Disdik Kota Ambon lakukan sosialisasi pada sekolah-sekolah di Kota Ambon.

Salatalohy juga memastikan di tahun mendatang, ketentuan ini akan diperketat.

Tetapi bagi calon siswa atau anak usia 6 tahun yang sudah mampu membaca dan menulis, maka pihaknya akan menggagas sekolah transit.

“Anak-anak dengan tipe tersebut akan dititipkan di sekolah transit hingga usinya memasuki tujuh tahun, barulah dilakukan pemantapan sebelum masuk SD,” terangnya. (D2)

 

Tinggalkan Balasan